Gubernur Rohidin Penuhi Panggilan KPK, Ini Poin Pemaparan yang Disampaikannya

Gubernur Rohidin Mersyah (Foto Istimewa)
Gubernur Rohidin Mersyah (Foto Istimewa)

BENGKULU (KM) – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah resmi memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terkait kasus yang menjerat eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada Senin 18/1.

Hal ini dibenarkan langsung Kuasa Hukum Gubernur Bengkulu Jecky Haryanto, sebagaimana di kutip dari media onlie Rakjat.com kemarin.

Dikatakan Jecky bahwa isu yang berkembang mengenai Gubernur Bengkulu yang tidak kooperatif pada panggilan pertama itu adalah “tidak benar”. Hal ini lantaran panggilan pertama diminta hadir pada 12 Januari 2021 namun surat panggilan baru diterima pada 13 Januari 2021. Namun panggilan yang kedua, Rohidin diminta hadir pada 18 Januari 2021 dan surat panggilan tiba 16 Januari. Sesuai dengan komitmen, Gubernur Rohidin pun memenuhi panggilan sebagai saksi.

“Benar ada panggilan kepada Gubernur oleh KPK, panggilan 1 diminta hadir Selasa tanggal 12 Januari 2021, akan tetapi surat penggilan baru diterima pada tanggal 13 Januari 2021, ini menjawab tentang adanya isu Gubernur tidak kooperatif. Panggilan 2 diterima pada hari Sabtu tanggal 16 Januari 2021 untuk hadir pada hari ini Senin 18 Januari 2021, maka sesuai komitmen Pak Gubernur akan menghormati proses dan panggilan KPK, Gubernur memenuhi panggilan hari ini sebagai saksi,” katanya.

Advertisement

Di hadapan penyidik, Gubernur Rohidin disuguhkan beberapa pertanyaan mengenai pembagian wewenang perizinan Provinsi dan juga upaya Pemerintah Provinsi yang memperbolehkan nelayan menangkap benih bening lobster.

“Pak Gubernur dipanggil berkenaan pembagian kewenangan perizinan provinsi dan kabupaten karena lokasi tambak PT DPPP ada di Kabupaten Kaur. Kewenangan provinsi terkait lobster yaitu merekomendasikan nelayan ke KKP untuk ditetapkan sebagai nelayan penangkap BBL (benih bening lobster), untuk izin budidaya dan ekspor lobster adalah kewenangan Kementerian KP,” tuturnya.

Menurut Jecky, Gubernur Rohidin hanya dimintai keterangan terkait beberapa Kegiatan PT DPPP yang dihadiri Gubernur yaitu kegiatan panen perdana  udang vaname, dan peletakan batu pertama pembangunan masjid “Nurul Iman” di Desa Way Hawang Kecamatan Maje Kabupaten Kaur dengan dana CSR PT DPPP.

Di akhir penuturannya, Jecky juga menjelaskan bahwa Rohidin dimintai keterangan sebagai saksi selama kurang lebih 3 jam.

“Pak Gubernur diperiksa hari ini terkait substansi pemeriksaan kurang lebih 3 jam, selebihnya hanya pertanyaan pembuka dan beberapa jam untuk istirahat salat dan makan siang,” pungkas Jecky.

Reporter: KM Bengkulu
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*