Buntut Penahanan Dana BPUM dari Penerima, Aktivis Geruduk BRI Tanjungbalai

Aktivis usai aksi unjuk rasa di depan BRI Cabang Tanjungbalai, Senin 4/12/2020 (dok. KM)
Aktivis usai aksi unjuk rasa di depan BRI Cabang Tanjungbalai, Senin 4/12/2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Menindaklanjuti pernyataan ketua Komite Mahasiswa Pemuda Peduli Kota (KOMPAK) beberapa hari yang lalu dengan rencana mengadakan unjuk rasa terkait dugaan penggelapan dana Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), gabungan aktivis yang mengatasnamakan “Tanjungbalai Merdeka” mengadakan unjuk rasa di depan kantor BRI Cabang Tanjungbalai dengan protokoler kesehatan.

Dalam orasinya, ketua KOMPAK Ramadhansyah mengatakan bahwa bank BRI sebagai penyalur bantuan telah “menyakiti hati masyarakat penerima bantuan” karena uang bantuan sudah ada di rekening, tetapi uang tidak bisa diambil.

“Bantuan pemerintah ini bukan pinjaman, bukan hibah dari BRI. Tetapi uang bantuan dari pemerintah untuk memulihkan perekonomian masyarakat di saat pandemi. Tetapi hari ini, pihak BRI telah mempermainkan masyarakat. Bantuan sudah masuk ke rekening, tetapi masyarakat tidak bisa mencairkan uangnya,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa dalam hal ini, BRI merupakan lembaga penyalur, bukan lemabaga survey. Masyarakat sudah melalui mekanisme yang ditentukan pemerintah dengan izin usaha yang dikeluarkan oleh lurah yang bersangkutan.

“Kalau BRI memang meragukan dan memverifikasi ulang usaha masyarakat, seharusnya BRI tidak tebang pilih. Karena semua izin usaha keluar dari sumber yang sama, dan BRI tidak berhak menahan dana yang masuk ke rekening penerima bantuan dengan alasan apapun,” tegasnya.

Adapun selama unjuk rasa yang berlangsung selama satu jam, pihak BRI tidak ada yang bersedia mendatangi pengunjuk rasa untuk memberi tanggapan.

Advertisement

Pengunjuk rasa meninggalkan tempat dengan tertib setelah berjanji akan kembali dengan massa yang lebih besar.

Reporter: Rizky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: