Proyek Berseka di Sejumlah Tempat di Bekasi Malah Bikin Kumuh, Pengamat Duga Ada Kongkalikong Kontraktor-Pengawas

Proyek Berseka di Desa Sumber Jaya, dan Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi (dok. KM)
Proyek Berseka di Desa Sumber Jaya, dan Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun 2020 menjalankan program prioritas Bekasi “Bersih Sehat Berkah” (Berseka) dalam upaya mengentaskan kawasan kumuh di Bekasi. Namun, program yang dipercayakan kepada Bidang Permukiman di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) malah membuat pemandangan kumuh akibat ulah kontraktor yang tidak bertanggung jawab.

Itulah yang tampak pada pembangunan drainase di Kampung Pulo lokasi 2 RW36 Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang dikerjakan oleh kontraktor CV Pandawa Lima, dengan kegiatan tutup U-ditch yang dikerjakan asal-asalan.

Begitu juga pekerjaan drainase di wilayah Kampung Sasak Tiga RT 03/06 Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, yang diduga tidak memakai lantai kerja dari awal mulai pelaksanaan.

Dugaan itu dibenarkan oleh salah satu pekerja di lokasi. “Tidak pernah memakai lantai kerja dari mulai titik nol,” katanya.

Konsultan pengawas, Fauzan, tidak menanggapi permintaan respon oleh KM.

Menurut ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) Yanto Purnomo,  progam Bekasi Berseka bertujuan untuk memperbaiki kawasan permukiman yang kumuh dengan dibangunnya beberapa titik lokasi yang terlihat kumuh, seperti pembangunan infrastruktur jalan dengan menggunakan paving block, saluran air memakai U-ditch dan sarana air bersih. Namun, nyatanya kegiatan yang dikerjakan kontraktor “sangat buruk.”

Advertisement

“Coba saja lihat pembangunan drainase yang dikerjakan kontraktor PT Pandawa Lima di Jln Kampung Pulo RW36 Desa Sumber Jaya. Terlihat sangat amburadul tutup U-ditch pada jomplang,” ucap Yanto kepada KM Kamis 24/12 kemarin.

“Begitu juga pekerjaan drainase di wilayah Kampung Sasak Tiga RT 03/06 Desa Tridaya Sakti, waktu proses pekerjaan tidak memakai lantai kerja, kontraktor sudah melakukan kecurangan, sedangkan item lantai kerja seharusnya dipakai, karena sudah ada anggarannya yang tercantum di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB),” jelasnya.

“Kalau memang konsultan tidak pernah melakukan peneguran kepada para kontraktor yang mengerjakan program Berseka, saya menduga ada kongkalikong antara konsultan pengawas dan pemborong,” cetus Yanto.

“Program Berseka sudah diatur sesuai dengan amanat UUD Tahun 1945 pasal 28 ayat 1, RPJM Nasional 2015-2019 dan PERMEN PUPR No. 2 Tahun 2016 tentang Peningkatan Kualitas dan Permukiman Kumuh,” pungkasnya.

Reporter: Den
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*