Protes Limbah dan Gangguan dari Peternakan Ayam, warga Desa Cidadap Blokir Jalan Tegalsalam

SUBANG (KM) – Warga Desa Cidadap menutup akses jalan ruas Cidadap-Bendungan Tegalsalam menuju Kantor Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, dengan menggunakan tumpukan material batu dan pohon pisang. Hal tersebut merupakan bentuk protes warga terhadap para pengusaha peternakan ayam yang dinilai kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya dengan bau busuk limbah kotoran ayam yang menyengat dan mengganggu pernapasan, serta diperparah lagi dengan rusaknya akses jalan Cidadap-Bendungan menuju kantor Kecamatan Pagaden Barat diakibatkan banyaknya keluar masuk mobil besar pengangkut pakan dan ayam.

“Ini adalah salah satu bentuk protes kami sebagai warga Desa Cidadap terhadap para pengusaha kandang ayam, kami bersama Pemerintah Desa Cidadap untuk sementara menutup jalan menuju perusahaan kandang ayam, sebelum tuntutan kami direalisasikan oleh para pengusaha peternak ayam,” ujar warga Desa Cidadap, Amat Suhenda, kepada KM kemarin 11/12.

Pihaknya akan terus memprotes keberadaan belasan kandang ayam yang berdiri di lahan sawah produktif, yang sampai sekarang dinilai kurang peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Apabila para pengusaha tetap tidak mengindahkan tuntutan warga untuk memperbaiki akses jalan Tegalsalam dan memperbaiki blower kandang ayam maka kami bersama warga akan berdemo terkait keberadaan kandang ayam,” kata Amat yang juga ketua LSM Gerak ini.

Ketua Karang Taruna Tunas Karya Kampung Sukamahi Desa Cidadap, Ade Alan Suherlan mengungkapkan, keberadaan kandang ayam ini “sangat menggangu lingkungan” terutama bau busuk yang ditimbulkan dari limbah kotoran ayam, sedangkan pihak pemilik perusahaan kandang ayam sepertinya tidak peduli terhadap apa yang ditimbulkan dari usaha mereka terhadap kesehatan warga.

Advertisement

“Saya mengharapkan kepada pihak pengusaha kandang ayam untuk memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan, terutama terhadap warga Kampung Sukamahi, dan kami pun akan segera melayangkan surat kepada Dinas Lingkungan Hidup, DPRD dan Bupati Subang, untuk mengkaji keberadaan kandang ayam, yang berdiri di tanah sawah produktif apakah para pengusaha tersebut mengantongi izin amdal atau tidak dan apabila para pengusaha kandang ayam tidak mengantongi izin amdal kami minta supaya pihak terkait menutup kandang ayam tersebut,” ujarnya.

Kades Cidadap Kecamatan Pagaden Barat Taswan Sucipto membenarkan adanya tumpukan material batu di ruas jalan Tegalsalam.

“Ini bukan penutupan jalan tapi ini merupakan bentuk kekesalan masyarakat akibat permasalahan yang ditimbulkan dari dampak perusahaan kandang ayam, baik bau busuk limbah kotoran ayam dan rusaknya infrastuktur jalan, untuk sementara ini memang pihak perusahaan belum ada kontribusi apapun terhadap masyarakat yang terdampak bau busuk limbah ayam, terutama perbaikan akses jalan tegal salam yang menuju kantor kecamatan,” papar Kades.

Reporter: Udin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*