Pilkada Serentak Sukses, Aktivis Puji “Terobosan” Mendagri Tito Karnavian

Mantan Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula (dok. KM)
Mantan Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kesuksesan pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember lalu seakan menjawab skeptisisme publik akan pelaksanaan Pilkada di masa pandemi. Terbukti selain berjalan dengan lancar dan tertib, hal yang paling dikhawatirkan yaitu timbulnya klaster covid-19 baru sampai saat ini tidak terdengar.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Pemuda Asia Afrika yang juga mantan Ketua Umum DPP IMM, Beni Pramula mengungkapkan kesuksesan Pilkada ini tidak dapat dilepaskan dari kerjasama penyelenggara pemilu seperti KPU, Bawaslu hingga Kemendagri.

Secara khusus Beni menyampaikan apresiasi kepada Mendagri Tito Karnavian. Beni beranggapan berkat tangan dingin Tito, Pilkada serentak 2020 yang diselenggarakan di masa Pandemi dapat berjalan dengan lancar.

“Tentu tidak mudah melaksanakan Pilkada di masa pandemi, karena kita harus menerapkan protokol kesehatan, di satu sisi namun harus menjamin sirkulasi pergantian kepemimpinan daerah dapat berjalan sesuai konstitusi, berkat manajemen dan kepemimpinan Tito yang handal, pelaksanaan Pilkada serentak 2020, dapat berjalan lancar dan sukses,” ungkap Beni kepada KM, Selasa 15/12.

Beni mengungkapkan ada beberapa hal yang dapat dilihat sebagai kesuksesan penyelenggaraan Pilkada. Pertama, dapat dilihat dari tingginya kepatuhan pada protokol covid-19 pada saat pemungutan suara itu, yang berkisar antara 89-96 persen. “Ya angka tersebut menunjukkan komitmen yang tinggi dari penyelenggara Pemilu serta masyarakat sebagai pemilih untuk menjaga protokol kesehatan,” ujar Beni.

Advertisement

Selain itu, tingkat partisipasi pemilih Pilkada serentak 2020 per tanggal 14 Desember 2020 menyentuh angka 75,83%. “Angka ini bahkan lebih tinggi dari tingkat partisipasi [Pemilu] Amerika Serikat yang hanya berjumlah 66%,” katanya.

“Tingginya partisipasi pemilih sampai 75% menunjukkan masyarakat dan penyelenggara telah bekerja keras, bahkan saya mendengar ada yang menghampiri pemilih yang sedang berada di rumah sakit yang pasti memiliki risiko yang tinggi,” kata Beni.

Lebih lanjut Beni mengatakan, berkat kepemimpinan Mendagri, Pilkada kali ini banyak melakukan terobosan baru, salah satunya adalah pengaturan jam kedatangan pemilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Menurutnya, terobosan tersebut patut diapresiasi dikarenakan dapat mengurangi penumpukan massa dalam satu tempat. Kesuksesan ini juga bisa jadi model pemilihan di masa mendatang.

“Pilkada 2020 merupakan salah satu ujian, masih banyak tantangan lain yang harus diselesaikan, saya berharap Mendagri tetap fokus dan dapat menjawab harapan publik yang ada di pundaknya,” pungkas Beni.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*