Berkembang Isu Fee 16% Dana DAK Diduga Disetor ke Disdikbud BS

Foto: Ilustrasi DAK
Foto: Ilustrasi DAK

BENGKULU SELATAN (KM) – Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2020 sudah memasuki tahapan finishing atau 100%.

Tapi sayang, dana yang dikucurkan langsung ke rekening sekolah tersebut diduga masih menimbulkan polemik yang beredar di tengah masyarakat, mulai dari pengadaan material yang diduga sudah dikondisikan pihak Dinas sehingga pihak sekolah tidak bisa lagi membeli atau memakai supplier lain untuk pengadaan barang material seperti rangka baja, plafon, meubelair dan kusen.

Dilansir dari tribunpos.com hari ini 15/12, pembelanjaan tersebut semuanya sudah ditentukan oleh pihak Dinas. Pernyataan itu disampaikan oleh ketua LSM Gerakan Masyarakat Peduli Birokrasi (Gemawasbi) Provinsi Bengkulu, Aswal Huzali, belum lama ini saat diwawancarai awak media tersebut sembari memperlihatkan surat klarifikasi ke pihak Disdikbud.

Ironisnya lagi, beredar kabar dugaan setoran 16% dari pagu dana dan setoran Rp650 ribu untuk HUT Bengkulu Selatan 2021 serta dana survey 400 ribu. Mengutip dari sumber media tersebut, dikatakan bahwa klaim itu sudah didapat dari beberapa sekolah, khususnya Kepsek SD.

Advertisement

Menyikapi informasi itu, wartawan KM Bengkulu mencoba menghubungi Kadisdikbud Bengkulu Selatan Respin Junaidi via telepon, tapi sampai berita ini ditayangkan, Respin belum dapat dihubungi.

“Dana DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2020 yang menghabiskan puluhan miliar rupiah tersebut terindikasi dijadikan ajang korupsi berjamaah, diduga pihak sekolah selaku pengguna anggaran hanya dijadikan boneka,” ujar Aswal.

“Sudah waktunya penegak hukum, khususnya di Provinsi Bengkulu ini untuk mendalami informasi ini dan mengusut tuntas serta bila perlu digelar jumpa pers dengan semua wartawan Se-Kabupaten Bengkulu Selatan agar tidak menjadi pertanyaan publik,” tandasnya.

Reporter: KM Bengkulu
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*