Flyer Masa Tenang Bawaslu Dituduh Langgar Kode Etik

Meme yang diposting di akun Instagram Bawaslu RI yang diduga melanggar kode etik (dok. KM)
Meme yang diposting di akun Instagram Bawaslu RI yang diduga melanggar kode etik (dok. KM)

BOGOR (KM) – Proses penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 telah memasuki tahapan masa tenang dan untuk selanjutnya pesta demokrasi tinggal menghitung hari, masyarakat Indonesia di sejumlah daerah akan menggunakan hak pilihnya pada Rabu 9/12 esok.

Berbagai upaya pencegahan dan membangun sinergitas untuk tidak melakukan kampanye di masa tenang terus dilakukan oleh penyelenggara baik dari KPU dan Bawaslu beserta jajarannya sampai di tingkat bawah.

Namun di tengah masa tenang, Bawaslu malah diduga melanggar kode etik karena membuat dan menyebarkan flyer dengan tulisan “Larangan Di Masa Tenang Pemilihan Serentak 2020” dengan menampilkan gambar seorang wanita menggunakan masker berpose dengan menunjukkan jari telunjuk atau pose dengan satu jari.

Menurut pengamat politik hukum dari Kota Medan, Bayu Subronto, postingan tersebut berpotensi menimpulkan masalah dan “tidak etis”.

“Pose model manita pada flyer tersebut sangat tidak etis diterbitkan oleh jajaran Bawaslu. Masih ada cara lain yang lebih santun untuk memberikan edukasi politik kepada masyakarat. Kalau sudah begini akan menjadi kontroversi di tengah masyakrat nantinya,” ungkap Bayu dalam pers rilis yang diterima KM, Senin 7/12.

Advertisement

“Secara tegas tindakan ini diduga telah melanggar kode etik karena didalam Bab III pedoman perilaku penyelenggara Pemilu pada pasal 8 E peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) No. 2 Tahun 20017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum menjelaskan bahwa dalam melaksanakan prinsip mandiri, penyelenggara Pemilu bersikap dan bertindak untuk tidak memakai, membawa, atau mengenakan simbol, lambang atau atribut yang secara jelas menunjukkan sikap partisan pada partai politik atau peserta Pemilu
tertentu,” tambah Bayu.

“Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu diharapkan segera untuk memproses temuan ini agar Pilkada 2020 yang dijalankan di masa pandemi covid-19 ini tidak memunculkan kontroversi. Sebab flyer tersebut telah diposting beberapa akun Instagram Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten serta Kota,” tutup Bayu.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: