“Crispy Baby Fish” Jadi Harapan Baru Produk Unggulan Asal Subang

Produk
Produk "Nirwana Crispy Fish" olahan dari baby ikan nila produksi warga Subang (dok. KM)

SUBANG (KM) – Kondisi pandemi covid-19 mendorong masyarakat untuk memeras otak dalam berinovasi untuk menciptakan penghasilan alternatif di saat kondisi perekonomian tidak menentu. Hal itulah yang dialami oleh Taufik Hidayat, seorang sarjana agama asal Desa Sumurgintung, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang. Bagi Taufik, kondisi saat ini telah memunculkan ide brilian yang turut memberdayakan warga sekitar, dengan menciptakan produk makanan kecil dari olahan baby ikan nila.

Baru berjalan tiga bulan, usaha Taufik Hidayat ini sudah memproduksi kurang lebih 3.000 bungkus produk bermerek “Nirwana Crispy Baby Fish” yang dijual dengan harga hanya Rp15 ribu per bungkus dan sudah menjangkau wilayah Purwakarta, Subang dan sekitarnya.

“Ya, betul selama pandemi covid-19 saya mempunyai inovasi untuk menciptakan produk makanan kecil dari baby ikan nila, salah satu tujuannya adalah untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang berada di lingkungan sekitar sehingga ada penghasilan tambahan bagi mereka,” ujar Taufik saat ditemui KM pagi ini 24/12.

Advertisement
Taufik Hidayat bersama 3 variasi produk olahan ikan nila kecil (dok. KM)
Taufik Hidayat bersama 3 variasi produk olahan ikan nila kecil (dok. KM)

“Ini baru berjalan tiga bulan sudah merilis kurang lebih 3.000 bungkus dan per bungkusnya hanya 15 ribu rupiah,” ungkapnya.

Ia pun berharap inovasinya itu mendapat dukungan dari Pemkab Subang agar bisa menjadi produk unggulan Subang dan menjangkau pasar yang lebih luas dan membawa manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat sekitar.

“Saya juga berharap pemerintah bisa menyerap produk ini sehingga menjadi produk unggulan Kabupaten Subang, sebagaimana diketahui bahwa Subang adalah penyuplai terbesar ke Cirata dan Jatiluhur sehingga harapannya pemberdayaannya untuk ibu-ibu bisa berjalan setiap hari,” pungkasnya.

Reporter: Udin/ADV
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*