Berikan Uang Rp110.000 untuk Beli Nasi Bungkus, Oknum Kades “Genjot Paksa” Keponakan Sendiri, Ini Kronologisnya…

Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

KAUR, BENGKULU (KM) – Diduga melakukan pemerkosaan, oknum Kepala Desa (Kades) Pasar Jumat, Kecamatan Nasal, berinisial JL (33), dijebloskan di balik jeruji besi, Jumat 18/12 lalu.

Pejabat pemerintah desa setempat itu ditahan Polres Kaur atas tuduhan dugaan pemerkosaan dan pencabulan terhadap keponakan kandung istrinya sendiri pada malam Rabu 16/12 sekitar jam 20:30 WIB di salah satu kosan di Kota Bintuhan.

Dilansir dari kilasbengkulu.com, Melati (16, bukan nama sebenarnya) masih berstatus pelajar yang ngontrak atau ngekos di daerah Kecamatan Kaur Selatan (Bintuhan), yang diduga diperkosa oleh oknum kades inisial JL. Kejadian berawal saat oknum kades tersebut meminta Melati agar mengisi baterai handphone miliknya di kosan. Sesudah itu oknum kades tersebut memberikan uang sebesar Rp110.000, meminta korban membeli makanan. Karena oknum kades tersebut masih ada urusan lain yang belum diselesaikan, ia berpamit.

Beberapa waktu kemudian oknum kades tersebut mengirim chat WhatsApp (WA) kepada Melati dengan modus menanyakan apakah dirinya sudah membeli nasi. Melati menjawab belum karena masih hujan, dan jika hujan sudah berhenti nanti dibelikan. Lalu JL menjawab tidak usah dibelikan, dan beberapa jam kemudian ia kembali ke kosan Melati dengan membawa 2 bungkus nasi goreng dan makan bersama di kosan.

Seusai makan, JL meminta untuk beristirahat dan korban mempersilahkan. Ketika korban berpamit untuk duduk di teras untuk mencari angin, JL mencegahnya. “Tidak usah, lebih baik disini saja,” ujarnya sambil memegang  lengan tangan korban pada saat posisi sedang berdiri. Lalu korban di rangkul oleh JL dan membawanya ke dalam kamar.

Advertisement

Setibanya dalam kamar, oknum kades membuka pakaian korban satu per satu hingga korban tidak memiliki sehelaipun benang atau pakaian lagi di tubuhnya. Sempat korban melakukan perlawanan, namun JL mengancamnya. Karena korban tidak berdaya lagi pada akhirnya ia pasrah dengan aksi bejat oknum kades itu. Sehabis ia melakukan aksi bejatnya, korban ditinggalkan sendiri di dalam kamar kosnya sambil menangis. Lalu oknum kades tersebut pulang ke desanya di wilayah Pasar Jum’at.

Ditahannya oknum Kades ini sesuai dengan laporan polisi nomor LP/773/XII/2020/Bengkulu/Res Kaur tanggal 17 Desember 2020, dimana korbannya merupakan seorang mahasiswi dan masih keponakan istrinya sendiri pada Kamis 17/12.

Ia melapor atas tuduhan pencabulan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum Kades tersebut kepada dirinya. Menurut keterangan pelapor kejadian itu terjadi pada Rabu 16/12 di saat dirinya sedang di rumah.

Polres Kaur Polda Bengkulu yang dipimpin Kapolres AKBP Dwi Aggung Setyono, melalui kasat Reskrim AKP Apriadi mengatakan, terhitung hari Jumat kemarin 18/12, Kepala Desa Pasar Jum’at Kecamatan Nasal, Kaur, telah ditetapkan sebagai tersangka dan di lakukan penahanan di Mapolres Kaur.

“Oknum kades Pasar Jum’at Kecamatan Nasal Kaur, dijerat pasal 285 KUHP dan pasal 289 KUHP, diduga telah melakukan tindak pidana pemerkosaan dan pencabulan dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun,” tutup  Kasat Reskrim.

Reporter: KM Bengkulu
Editor:HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: