Dugaan Pungli SDN Semplak 2 Kota Bogor Disoroti Kemdikbud RI

BOGOR (KM) – Dugaan pungutan liar (pungli) kepada siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6 di SDN Semplak 2 Kota Bogor menuai sorotan dari berbagai kalangan, salah satunya dari elemen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia.

Pemberitaan SDN Semplak 2 Kota Bogor yang sampai kepada jajaran Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia menjadi perhatian khusus, pasalnya di masa pandemi covid-19 tidak ada kelas tatap muka, namun masih adanya aduan pungli meminta biaya saat pembagian rapor menjadi tanda tanya.

“Selama masa pandemi tidak ada kelas, namun kenapa saat pembagian rapor ada aduan dugaan pungli?” ujar staf Mendikbud, Afrizal, kepada KM kemarin 23/12.

Advertisement

“Kan tidak ada kelas saat ini,” kata Afrizal melalui pesan WhatsApp.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Ence Setiawan mengatakan, ketika memang ada dugaan Pungli apapun harus ada saksi dan bukti agar dapat ditindaklanjuti.

“Ya harus ada saksi dan bukti untuk melaporkan agar bisa untuk ditindaklanjuti kepada yang berwenang,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor yang membidangi pendidikan.

“Ya bukti dan saksi sangat diperlukan, agar tidak menduga-duga yang belum bisa dipastikan secara hukum,” pungkas Ence.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: