Dinkes dan Manajemen RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai Absen lagi dari RDP, DPRD Kecewa

DPD BKPRMI dan Kupas Merdeka biro Tanjungbalai bersama Teddy Erwin, anggota Komisi C DPRD Kota Tanjungbalai dari PKB (dok. KM)
DPD BKPRMI dan Kupas Merdeka biro Tanjungbalai bersama Teddy Erwin, anggota Komisi C DPRD Kota Tanjungbalai dari PKB (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Rapat dengar pendapat yang digelar oleh Komisi C DPRD Kota Tanjungbalai dengan Dinas Kesehatan dan Manajemen RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai harus batal karena dinas terkait tidak hadir sampai pukul 16.00. Hal ini membuat ketua dan sekretaris Komisi C kecewa.

Rapat dengar pendapat ini dilaksanakan menyusul sejumlah aduan masyarakat kepada para legislator terkait buruknya pelayanan rumah sakit tersebut, di antaranya keluarga pasien suspek covid-19 dan juga DPD BKPRMI Kota Tanjungbalai dan Kupas Merdeka biro Tanjungbalai yang meminta kembali diadakan rapat dengar pendapat karena rapat dengar pendapat yang sebelumnya tidak dihadiri oleh kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai.

Sebelumnya, koalisi DPD BKPRMI dan KM Tanjungbalai mendesak RSUD Tengku Mansyur agar memasang spanduk imbauan kepada masyarakat agar peserta BPJS yang pernah berobat ke rumah sakit tersebut yang disuruh membeli darah, obat-obatan dan lainnya dengan uang sendiri agar meminta pengembalian uang mereka.

Advertisement

Ketua komisi C DPRD Tanjungbalai Eriston Haloho dari PDIP pun meminta maaf kepada peserta rapat dan akan kembali mengundang kembali serta akan memanggil paksa dinas terkait dan pihak rumah sakit.

“Kami dari Komisi C, meminta maaf kepada semua peserta rapat dengar pendapat akan hal ini. Kami akan kembali membuat undangan kepada anda, dan berjanji pihak terkait akan kami panggil pada hari Jumat 4/12 pada pukul 9 pagi,” katanya sambil menutup pertemuan.

Teddy Erwin selaku sekretaris Komisi C dari Partai Kebangkitan Bangsa mengatakan kepada wartawan KM sesaat setelah keluar dari aula pertemuan bahwa pihaknya merasa “sangat kecewa” dengan sikap Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit.

“Undangan sudah diantar, tetapi mereka tidak hadir. Ini sangat mengecewakan kami. Bila tiga kali panggilan tidak mereka indahkan, maka pihak kami akan melakukan penjemputan paksa,” katanya.

Reporter: KM Tanjungbalai
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: