Pertambangan Ilegal Marak di Banten, Pengawasan Pemerintah Dinilai Loyo

(dok. KM)
(dok. KM)

SERANG (KM) – Maraknya tambang galian C ilegal di wilayah Kabupaten dan Kota Serang diduga akibat lemahnya wibawa pengawasan pemerintah. Hal itu disampaikan oleh Korlap Peduli Lingkungan Masyarakat Banten (PLMB), Ubay, kepada KM kemarin 19/11.

Ubay menduga bahwa ada banyak oknum yang membekingi tambang galian C ilegal tersebut, yang menurutnya sudah berjalan sekitar setahun.

“Galian C ilegal terjadi akibat lemahnya wibawa pemerintah, apalagi yang sudah di-Police Line Kamis 5/11 [yaitu] galian C Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, galian C Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, galian C Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, sampai sekarang juga galian tetap beroperasi,” ujar Ubay.

“Saya komunikasi lewat telepon Whatsapp dengan Pak Mugeni, Kabid Satpol PP Provinsi Banten, menanyakan perihal galian C yang sudah ditutup dan beroperasi kembali, [dia] mengarahkan untuk kita ke pengadilan, padahal Satpol PP dapat meneruskan tindakannya ke Kejaksaan Tinggi atau kepolisian,” tambahnya.

Advertisement

Ubay juga mendesak agar pihak kepolisian memproses premanisme terhadap wartawan kupasmerdeka.com Acun Sunarya yang menjadi korban penganiayaan, diduga sebagai buntut dari tugasnya meliput usaha tambang ilegal di Banten.

“Kami mendesak kepolisian agar memproses oknum yang melakukan kekerasan kepada kawan kami Acun Sunarya. Harus ditindak tegas, tugas wartawan yang meliput dilindungi Undang-undang yakni UU no. 40 tahun 1999 tentang pers,” ujar Wahid, Kabiro kupasmerdeka.com wilayah Serang.

Report: ade irawan dkk
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*