Miris, Pulau Tinabo yang Indah Minim Sarana dan Prasarana bagi Wisatawan

salah satu pemandangan di kawasan Pulau Tinabo, Kep. Selayar, Sulawesi Selatan (dok. KM)
salah satu pemandangan di kawasan Pulau Tinabo, Kep. Selayar, Sulawesi Selatan (dok. KM)

KEP. SELAYAR, SULSEL (KM) – Dua puluh tahun sudah, Pulau Tinabo di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, menyandang predikat sebagai kawasan Taman Nasional Takabonerate, sejak ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 92/KPTS-II/2001, tanggal 15 Maret 2001.

Namun ironis karena sampai saat ini, pulau yang memiliki luasan kurang lebih 530.765 hektare tersebut ternyata belum ditopang dengan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung yang memadai.

Selain dibatasi oleh persoalan aksesibilitas, mobilitas, akomodasi dan transportasi laut, Pulau Tinabo juga diperhadapkan pada kendala masih relatif sangat minimnya ketersediaan air bersih, khususnya air tawar untuk memenuhi kebutuhan mandi, makan, dan minum bagi tamu serta wisatawan.

Fakta tersebut terungkap dari catatan perjalanan ekspedisi wartawan ke Pulau Tinabo pada Selasa 9 November sampai dengan Rabu 11 November 2020 sore kemarin. Pengungkapan fakta berawal dari penelusuran wartawan ke sejumlah bangunan toilet di sekitar Pulau Tinabo yang nyaris tidak bisa difungsikan. Diperkuat dari hasil pengecekan kolam air yang dilakukan wartawan pada sejumlah ruangan toilet di kawasan Pulau Tinabo. Ironis, karena dari hasil pengecekan tidak satupun kolam air yang berisi.

Advertisement

Seluruh bak penampungan air di ruang toilet yang sempat disambangi wartawan ditemukan dalam kondisi kering dan tak berair sama sekali. Akibatnya, pengunjung harus mandi di atas kapal yang ditumpanginya ke kawasan Pulau Tinabo.

Reporter: Andi Fadly Dg. Biritta
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*