Kades Nagrak Sukaraja Dituding Bagikan Uang Kompensasi Pembebasan Lahan dari Summarecon Secara tidak Transparan

Jalan di Desa Nagrak yang dibatasi oleh proyek milik PT. Summarecon (dok. KM)
Jalan di Desa Nagrak yang dibatasi oleh proyek milik PT. Summarecon (dok. KM)

BOGOR (KM) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sundawani Bogor mengecam perilaku Kepala Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, yang dinilai tidak transparan terkait kompensasi dari PT. Summarecon dalam pembebasan tanah oleh perusahaan pengembang itu.

Berdasarkan keterangan warga, Kades Nagrak diduga telah menerima dana kompensansi dengan jumlah uang miliaran rupiah dari PT. Summarecon terkait jual beli tanah seluas 7.000 m² di wilayahnya.

Uang tersebut sudah dibagikan kepada tiap RW dengan jumlah yang bervariasi. Ketidakjelasan ini membuat warga semakin curiga adanya permainan di lingkungan pejabat Desa Nagrak dengan PT. Summarecon.

Menyikapi aduan warga, DPD Sundawani Bogor mengecam perilaku Kades Nagrak yang seharusnya lebih mengutamakan kepentingan warganya.

“Maka sebagai kontrol sosial di masyarakat, Sundawani akan mendampingi warga dalam memperjuangkan haknya. Kami akan mendampingi warga Nagrak, jika memang Kades tidak berniat baik, maka upaya hukum siap kami lakukan bersama warga,” ungkap Wakil Sekretaris DPD Sundawani Bogor Fatarizky kepada awak media, Minggu 8/11.

Advertisement

“Tidak ada sama sekali transparansi yang diberikan oleh Kades dan juga PT. Summarecon atas hak warga dalam pembebasan tanah tersebut, maka ini ada dugaan kongkalikong Kades dengan PT. Summarecon untuk mengambil hak kompensasi warganya,” tegas Fatarizky.

Ditambah lagi, lanjut Fatarizky, dampak dari galian tanah dari PT. Summarecon yang menimbulkan banjir tanah/lumpur di sekitaran rumah warga. “Ya mengingat di musim penghujan aktivitas PT. Summarecon berdampak pada pemukiman warga, yang berakibat banjir lumpur tanah,” katanya.

“Pihak Desa tidak pernah memperhatikan kondisi lapangan rumah warga, jalanan sekitar, banyak tertimbun tanah yang membuat kendaraan warga susah berlalu lalang,” jelas Fatarizky.

“Sundawani akan mengadvokasi keluhan warga, kepada Kades Nagrak dengan menyurati untuk diminta keterangan, apabila tidak ada respon baik, kami akan melakukan tahapan selanjutnya dengan aksi massa di depan Kantor Desa,” pungkas Fatarizky.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*