Buku Mulok Dinilai Belum Layak Edar, Aktivis Desak Agar Ditarik dari Peredaran

Ketua KOMPAK Tanjungbalai, Ramadhan Batubara (dok. KM)
Ketua KOMPAK Tanjungbalai, Ramadhan Batubara (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Menyikapi beredarnya buku mulok “Mengenal Kebudayaan Tanjungbalai” yang dianggap belum layak diedarkan ke-sekolah-sekolah, aktivis Tanjungbalai, Ramadhan, mengatakan bahwa buku tersebut harus ditarik dari peredaran. Hal ini disampaikannya kepada wartawan Kupas Merdeka, Jumat 13/11.

Menurut ketua KOMPAK ini, dirinya akan mempelajari buku tersebut lebih mendalam. Apabila terbukti tidak layak edar, maka KOMPAK siap turun aksi untuk mendesak dinas terkait untuk menarik buku mulok tersebut dari sekolah-sekolah. Ia juga berharap kepada penulis buku tersebut agar merevisi ulang dan dan membuat seminar bedah buku sebelum diterbitkan dan diedarkan.

“Saya akan mempelajari lebih dalam masalah ini, dan akan membedah isi buku. Apabila terbukti tidak layak edar, saya akan mendesak dinas terkait untuk menarik buku dari sekolah-sekolah yang ada di kota ini,
dan apabila terbukti pembelian buku tersebut dari dana BOS, maka pihak yang terkait harus mengembalikan uang negara,” tegasnya.

Menurut Ramadhan, buku yang belum layak tidak bisa beredar sebagai bahan pelajaran di sekolah, dan pembelian buku yang belum layak edar dari dana BOS melanggar peraturan.

Reporter: Hanif
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.