Bikin Video “Lawan LSM dan Media”, Apdesi Sukabumi Dilaporkan ke Polisi

Laporan pengaduan yang diajukanoleh LSM Gapura kepada Polres Sukabumi (dok. KM)
Laporan pengaduan yang diajukanoleh LSM Gapura kepada Polres Sukabumi (dok. KM)

SUKABUMI (KM) – Tindakan oknum kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sukabumi yang telah memposting video viral provokatif di sosial media dengan memuat ujaran kebencian terhadap Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan awak media memancing reaksi keras.

Buntutnya, sejumlah LSM dan media, Rabu 25/11 dari berbagai daerah di antaranya dari Bogor, Cianjur, Tangerang, Bekasi dan Sukabumi sendiri secara serentak mendatangi Mapolres Sukabumi untuk menggelar aksi unjuk rasa sekaligus membuat laporan polisi (LP).

LSM Gapura dengan Ketua Umumnya Hakim Afandi Lukman menyerahkan LP ke Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sukabumi dengan nomor 074/LSM/DPP – GPR/RI/I/011/020 yang diterima oleh petugas piket Satreskrim Sukabumi Brigadir Endang Rodian. Sebelumnya, berbagai organisasi pers seperti PSN, Kowasi, PWRI dan IPJI juga telah melakukan hal yang sama.

“Kami dari DPP LSM Gapura telah melaporkan atas tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan, pecemaran nama baik, serta perbuatan ujaran kebencian yang dilakukan para oknum kepala desa yang mengatasnamakan Apdesi yang dikomandoi oleh saudara Ojang Afandi Kades Jambe Nengang Kecamatan Kebon Pedes, ke Satreskrim Polres Sukabumi. Dua poin tuntutan kami, yakni mereka harus membuat video klarifikasi dan permintaan maaf, yang kedua proses hukum harus tetap berjalan,” ujar Akim.

Advertisement

Sementara itu, Ketua Umum PSN Iwan Sugianto, didampingi Ketum Kowasi Suyudi serta perwakilan Kowasi Pejampangan Irwan menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan para oknum kades itu sebuah tindakan yang merendahkan marwah LSM dan awak media sebagai kontrol sosial.

“Kami dari PSN, Kowasi, PWRI serta lembaga media lainnya secara bersama telah membuat pelaporan ke Polres Sukabumi. Kami akan tunggu tiga sampai empat hari untuk pemanggilan para saksi. Kami akan proses hukum kasus ini, tidak akan main-main,” tandas Irwan.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 26 detik menampilkan sejumlah anggota Apdesi Sukabumi menyampaikan ungkapan bernada provokatif dan secara terang-terangan membuka konfrontasi terhadap LSM dan media. Video tersebut dibuat di area kantor DPMPD Kabupaten Sukabumi.

“Kami kepala desa Kabupaten Sukabumi yang tergabung dalam Apdesi Sukabumi menyatakan melawan terhadap LSM dan media yang selalu ngobok-ngobok kepala desa,” ujar Ojang Afandi, Kades Jambe Nengang selaku ketua 1 Apdesi Kabupaten Sukabumi yang diikuti oleh para oknum kades lainya.

Reporter: ddn
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*