Yayasan “Bina Bangsa Berdikari” Resmikan Istana Yatim Piatu di Parungpanjang

Peresmian taman baca dan penyediaan air bersih serta peluncuran produk UMKM Istana Yatim Piatu Dhuafa Baitul Qurra di Kp. Salimah Gintung Cilejit, Parungpanjang, Bogor, Jumat siang 30/10/2020 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Peresmian taman baca dan penyediaan air bersih serta peluncuran produk UMKM Istana Yatim Piatu Dhuafa Baitul Qurra di Kp. Salimah Gintung Cilejit, Parungpanjang, Bogor, Jumat siang 30/10/2020 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – Selesai melaksanakan salat Jumat, Ketua MUI Kecamatan Parungpanjang Zaenal Adnan meresmikan taman baca dan penyediaan air bersih serta peluncuran produk UMKM Istana Yatim Piatu Dhuafa Baitul Qurro, di Kp. Salimah Blok M, RT01 RW 01, Desa Gintung Cilejit, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, 30/10.

Dalam kesempatan tersebut Zaenal Adnan mengungkapkan dalam sambutannya bahwa membuat Yayasan Yatim Piatu Dhuafa ini “hanya segelintir masyarakat” yang membangun.

“Membangun yayasan yatim piatu dan dhuafa ini tidak semua orang memimpikan untuk membangun, karena hanya segelintir masyarakat yang dipilih Allah SWT, dan balasannyapun sudah jelas di dunia maupun di akhirat,” ungkapnya.

Adnan menambahkan, dirinya mendoakan semoga Istana Yatim Piatu Dan Dhuafa Baitul Qurro ini bisa terus bergerak di masyarakat dan menjadi besar, hingga bisa dibangun pesantren. “Apalagi di sini ada taman baca dan diresmikan pula penyediaan air bersih,” katanya.

“Saya mendoakan semoga istana yatim piatu dan dhuafa Baitul Qurro ini bisa terus bergerak di masyarakat dan menjadi besar, bisa dibangunnya sebuah pesantren apalagi di tempat ini diresmikan juga taman baca dan penyediaan air bersih,” tambahnya.

Di tempat yang sama Pembina Yayasan Bina Bangsa Berdikari Rahadian Firmansyah menegaskan bahwa acara hari ini merupakan program rutin dari yayasan untuk bidang pendidikan, peduli sosial, bahkan sudah ada program yaitu bimbel gratis.

Advertisement

“Ini memang sudah program rutin kami di yayasan, yang memang bergerak di dalam bidang pendidikan dan peduli sosial, jadi Yayasan Bina Bangsa Berdikari sendiri kita ada program rutin yaitu bimbel gratis,” tegas Rahadian.

Rahadian menambahkan bawa bantuan berupa buku dan penyediaan air bersih ini untuk memudahkan anak yatim piatu untuk berwudhu hingga cuci tangan, supaya tidak lari ke rumah-rumah warga dan meningkatkan mereka untuk beribadah.

Ke depan, Rahadian mengaku akan mengadakan kegiatan-ketiatan seminar parenting untuk orang tua di sini, dan dirinya berpesan kepada pemuda-pemudi di Parungpanjang untuk “jangan berpangku tangan kepada pemerintah” karena lapisan masyarakat paling bawah harus ikut serta mengambil bagian dalam hal ini.

Sementara itu, ketua Istana Yatim Piatu Dan Dhuafa Baitul Qurro Yayat Supriatna bercerita, bahwa yayasan tersebut awalnya digelar hanya lesehan hingga saat ini bisa terbangun saung untuk berteduh, hingga ada air bersih dan taman baca, hingga akhirnya bisa santuni 38 yatim piatu.

Yayat berharap semoga pemuda-pemudi lain di Kecamatan Parungpanjang bisa membangun Istana Yatim Piatu dan Dhuafa. “Karena jikalau niat baik pasti Allah SWT berikan jalan,” pungkasnya.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

3 Comments

  1. Masya Allah, semoga bermanfaat bagi warga disana, dan menjadi ladang ibadah buat para donatur yg ikut serta mendukung kegiatan-kegiatan yayasan bina bangsa berdikari.

  2. Kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat, hebat anak anak muda peduli terhadap masa depan bangsa melalui pendidikan & kesehatan di daerah pedesaan, semoga banyak mendapat dukungan dan makin sukses ya

  3. alhamdulillahirobbil’alamin semoga semakin bertambah donatur yayasan bina bangsa berdikari.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*