Masyarakat Antusias Sambut Posko Aduan Pasien BPJS RSUD Tengku Mansyur

Ketua DPD BKPRMI Kota Tanjungbalai Hafiz Eki Prayoga dan Kabiro Kupas Merdeka Andreant Hanif saat menjaga Posko Pengaduan Masyarakat Peserta BPJS (dok. KM)
Ketua DPD BKPRMI Kota Tanjungbalai Hafiz Eki Prayoga dan Kabiro Kupas Merdeka Andreant Hanif saat menjaga Posko Pengaduan Masyarakat Peserta BPJS (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Menindaklanjuti dugaan kecurangan yang dilakukan oleh salah satu oknum di RSUD Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai, DPD BKPRMI Kota Tanjungbalai bekerjasama dengan media online Kupas Merdeka Biro Tanjungbalai membuka posko pengaduan bagi masyarakat pasien peserta BPJS yang saat dirawat diminta oleh pihak RSUD untuk membeli obat-obatan, bius, darah dan lainnya dengan uang sendiri dan tidak dikembalikan oleh pihak rumah sakit.

Posko ini dibuka pada Rabu 28/10 di depan sekolah SMPN 1 Kota Tanjungbalai, Jalan Jenderal Sudirman, dan dibuka selama satu pekan.

Baru tiga hari dibukanya posko, antusiasme masyarakat begitu tinggi dengan banyaknya berkas yang masuk.

Menurut kabiro Kupas Merdeka Tanjungbalai, Hanif, sebelum membuka posko, pihaknya sudah menemui kepala bidang keperawatan di RSUD Tengku Mansyur, Eka, dan berusaha untuk menemui Direktur rumah sakit tersebut, namun, ia menolak dengan alasan akan mengadakan rapat terlebih dahulu dengan manajemen Rumah Sakit.

“Kami sudah mencoba membicarakan hal ini dengan pimpinan tertinggi rumah sakit. Tujuan kami agar pihak rumah sakit segera mengembalikan uang pasien BPJS yang diminta membeli obat-obatan sendiri. Tetapi Direktur tidak bersedia bertemu kami. Tidak ada pilihan lain, posko kami buka,” tegasnya.

Di tempat yang sama, ketua BKPRMI Tanjungbalai Hafizh Eki Prayoga mengatakan bahwa pihaknya akan “mengupas habis” dugaan kecurangan di RSUD itu.

“Setelah berkas aduan terkumpul, kami akan mengadakan unjuk rasa ke kantor cabang BPJS Tanjungbalai, ke Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai serta ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungbalai,” ujarnya.

“Mungkin hari Selasa depan kami akan unjuk rasa ke BPJS guna mempertanyakan tindakan BPJS kepada rumah sakit, apabila terbukti melakukan kesalahan, setelah itu kami akan ke Dinas Kesehatan mempertanyakan kenapa obat-obatan sering tidak ada di rumah sakit lalu kami akan langsung ke kantor Dewan. Dan tidak tertutup kemungkinan kami akan melaporkan hal ini ke pihak berwajib,” pungkasnya.

Reporter: Gus
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: