Sudah Bayar Iuran BPJS, Ketua BKPRMI Tanjungbalai Masih Dipaksa Bayar Biaya Persalinan

Hafidz Prayoga Marpaung saat memberi keterangan kepada wartawan KM di kantin Rumah sakit umum Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai (dok. KM)
Hafidz Prayoga Marpaung saat memberi keterangan kepada wartawan KM di kantin Rumah sakit umum Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Kelahiran anak semestinya adalah puncak kebahagiaan orang tua.
Tapi tidak demikian yang dialami oleh Hafidz Prayoga Marpaung (33) dan istrinya, Nuryeni Sitorus (33). Kebahagiaan mereka terganggu oleh ulah oknum kepala ruangan Obgyn yang biasa dipanggil JA. Hal ini disampaikan Hafidz langsung kepada wartawan KM, Kamis 15/10.

Saat melahirkan anak ketiganya, perawat rumah sakit mengharuskan keluarga pasien membeli darah ke PMI dengan alasan BPJS “belum tentu mau membayarkan dana transfusi darah.”

Juga menurut perawat, kartu BPJS pasien tidak berlaku dan harus membayar seluruh dana persalinan seperti pasien umum. Padahal menurut Hafidz, iuran sudah dilunasi.

“Saya sudah lunasi kewajiban saya ke BPJS tapi kenapa pihak rumah sakit masih memaksa saya harus bayar biaya persalinan dan membeli dua kantong darah dan obat-obatan?” katanya kepada wartawan KM sambil menunjukkan bukti kwitansi.

Saat dikonfirmasi ke pihak BPJS melalui telepon selular kepada salah seorang pegawai BPJS, Andi, ia mengatakan bahwa obat dan darah sudah sepaket yang ditanggung BPJS.

Advertisement

Juga menurut ketua BKPRMI Daerah Tanjungbalai ini, sikap perawat diruangan obgyn “sangat arogan”, dengan mengatakan bahwa keluarga pasien “tidak tahu berterima kasih karena sudah dibantu.”

“Saya tidak senang diperlakukan seperti ini, pasti bukan hanya saya yang dizalimi, ini harus kami usut tuntas,” tegasnya.

Rencananya, ia akan mengangkat masalah ini ke ranah hukum. Dan akan melaporkan pihak rumah sakit kepada Badan Kepegawaian Daerah, inspektorat Kota Tanjungbalai dan juga ke kepolisian resor Kota Tanjungbalai.

Mendengar hal ini, wartawan KM mencoba mengonfirmasi kepada direktur Rumah Sakit Umum Tengku Mansyur melalui pesan Whatsapp, tetapi sampai berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pimpinan rumah sakit tersebut.

Reporter: Hanif, Rizky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

2 Comments

  1. Tolong di usut, tidak ada sejarahnya pasidn bpjs bayar

  2. Mungkin petugas rumah sakitnya tidak tau, yg dihadapinya ketua aktivitas ! Zonkk

Leave a comment

Your email address will not be published.


*