Soal Biaya Pengobatan, BPJS dan RSUD Tengku Mansyur Saling Lempar Bola

Kantor BPJS Cabang Kota Tanjungbalai (dok. KM)
Kantor BPJS Cabang Kota Tanjungbalai (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Suami dari pasien BPJS melahirkan yang dibebankan biaya oleh Rumah Sakit Umum Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai yang diberitakan KM beberapa waktu lalu mendatangi kantor BPJS Kota Tanjungbalai guna mempertanyakan langsung beban apakah yang dikenakan kepada peserta BPJS untuk pembelian obat-obatan dan darah.

Didampingi wartawan Kupas Merdeka kemarin 19/10, Hafizh Eki Prayoga Marpaung mendatangi kantor cabang BPJS Kota Tanjungbalai untuk mengkonfirmasi. Karena protokol kesehatan covid-19, tamu yang boleh diterima untuk konfirmasi hanya satu orang, maka konfirmasi dilakukan oleh keluarga pasien dan dibuktikan dengan rekaman suara.
Konfirmasi diterima oleh petugas BPJS loket 3 bernama Boy.
Menurutnya, biaya rumah sakit, obat-obatan dan darah ditanggung kesuluruhan oleh pihak BPJS.

“Bagi peserta BPJS, seluruh biaya rumah sakit seperti ruangan, obat-obatan ditanggung oleh BPJS. Bila sudah mengeluarkan dana untuk perobatan, silahkan konfirmasi ke ibu Tiur selaku kepala tata usaha rumah sakit pukul 13.00 WIB,” jelasnya setelah menelepon yang bersangkutan. Menurutnya, bisa saja dana dikembalikan setelah di-klaim dari BPJS.

Kepada wartawan Kupas Merdeka, Hafizh mengatakan bahwa masih banyak lagi pasien yang diperlakukan sama seperti yang ia alami. Hal itu diamini oleh Sofyan (45), yang menuturkan kepada wartawan di halaman depan kantor BPJS Cabang Tanjungbalai bahwa adik iparnya yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Tengku Mansyur membeli obat bius sendiri dan darah dan menyerahkan bukti berupa kwitansi pembelian.

Advertisement

Mendengar hal ini, wartawan KM mengkonfirmasi langsung kepada Tiur, Kepala Tata Usaha RSUD Tengku Mansyur. Ia mengatakan, pihaknya tidak ada meminta keluarga pasien peserta BPJS untuk membeli obat-obatan dan darah kecuali dalam hal darurat. Seperti ketidaktersediaan obat-obatan di rumah sakit, pembelian darah apabila diperlukan pada tengah malam. Dan itupun dananya akan dikembalikan kepada keluarga pasien.

“Setiap dana yang dikeluarkan pasien BPJS akan kami kembalikan setelah pasien pulang. Keluarga pasien diminta membeli obat-obatan, darah kalau cadangan obat-obatan tidak ada di sini, dan darah tidak akan diberi oleh pihak PMI kalau tidak ada uang kontan,” jelasnya.

Setelah konfirmasi, Hafizh mengatakan akan mengungkap “segala kejanggalan di rumah sakit” lantaran perlakuan yang diterima olehnya “tidak masuk akal.”

“Saya akan ungkap kecurangan yang terjadi di rumah sakit. Ini sudah tidak benar, pihak BPJS seharusnya tanggap dengan hal ini. Buat apa kami bayar tiap bulan kalau masih harus mengeluarkan dana berobat lagi, dan apabila keluarga pasien tidak ada uang pada saat diminta membeli obat dan darah, tentu akan berakibat fatal kepada pasien,” katanya.

Reporter: Hanif, Rizky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*