Prihatin Tiga Gubernur Bengkulu Hasil Pilkada Berakhir di Jeruji Besi, Ini Cerita Husni Thamrin

Keterangan foto Hanya Ilustrasi
Keterangan foto Hanya Ilustrasi

BENGKULU (KM) – Tokoh Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Husni Thamrin, bercerita tentang pengalamannya yang diejek sopir taksi lantaran mengaku dirinya putra daerah Bengkulu. Hal ini lantaran tiga Gubernur Bengkulu hasil pemilihan langsung tersandung hukum hingga berakhir di jeruji besi.

“Saya ini kalau bukan karena pandemi covid-19 memang sering keluar ke daerah-daerah Kalimantan dan daerah lain, namun di perjalanan banyak cerita menarik termasuk saya malu kalau mengaku dari Bengkulu karna tiga gubernur yang kita banggakan terakhir hasil Pilkada tersandung hukum hingga penjara,” ujarnya.

Dirilis dari tuntasonline.com, dulu waktu ia sering jalan-jalan keluar daerah saat naik taksi ia ditanya oleh sopirnya. “Dari mana pak? Saya jawab dari Bengkulu, terus sopirnya jawab wah hebat itu gubernur nya masuk lagi [ke penjara],” ungkap Husni.

“Kata-kata itu mungkin sebuah candaan namun sangat membuat hati saya terenyuh dan berpikir bahwa kapan Bengkulu bisa bangkit dari stigma negatif di mata masyarakat nasional,” kata Husni Tamrin.

Doa dan harapan Husni bisa dikatakan terjawab berkat ejekan sopir taksi yang sempat membuat hatinya terenyuh, lantaran Bengkulu kembali menunjukan prestasi gemilang di mata nasional. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dianggapnya telah berhasil mengangkat nama Bengkulu dengan prestasi gemilang teranyar Rohidin meraih Peringkat II Nasional Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2020, satu podium dengan Jawa Tengah di peringkat pertama dan Jawa Timur di posisi ketiga.

Advertisement

“Namun sekarang saya bisa bangga karena gubernurnya berbeda yakni Pak Rohidin, pendidikan oke, agama excellent, pembangunan jelas bermanfaat. Stigma buruk berangsur terhapus di mata nasional, Rohidin berhasil angkat nama Bengkulu, yang buat saya terkesan ketika Rohidin mampu raih peringkat II PPD nasional yang menjadi penghargaan terbaik pertama yang diraih Bengkulu” ujarnya sebagaimana di tulis dalam media tersebut.

“Saya rasa ini wajar, dia orang akademisi dan punya cara pembangunan yang jelas mengembangkan komoditi seperti sawit, kopi dan karet, ada juga kemarin pernah dapat penghargaan event internasional, kopi Bengkulu raih peringkat III dan dinobatkan sebagai salah satu kopi robusta terbaik dunia,” pungkas Husni.

Reporter: Tim KM Bengkulu
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*