Murka Karena Ibunya Dimaki-Maki Orang, Pemimpin Umum “Sorot Tipikor” Lapor Polisi

Pimpinan Umum
Pimpinan Umum "Sorot Tipikor" R. Rindiawan Usai Membuat LP di Polres Kab. Bogor, Selasa 27/10/2020 (dok. KM)

BOGOR (KM) – R. Rindiawan, Pimpinan Umum Media Nasional Sorot Tipikor mengaku lega setelah laporan pencemaran nama baik yang menimpa dirinya sudah mulai bergulir di Polres Kabupaten Bogor dengan bukti LP Nomor B/1058/IX/2020/Reskrim, B/3923/X/2020 tertanggal 27 Oktober 2020.

Kasus pencemaran nama baiknya tersebut bermula tatkala dirinya geram dengan tangisan ibunya, Ida Lilis Royani, yang pada tanggal 18/9/2020 lalu mendapat perlakuan tidak pantas dari seorang wanita berinisial LY yang secara membabi buta menyerang ibundanya secara verbal di kediamannya sendiri hingga shock dan berurai air mata.

Kejadian tersebut terjadi di bilangan Perumahan Bogor Asri dan turut disaksikan langsung oleh ME, EA dan tetangga sekitar rumah, dan di saat kejadian, Rindiawan sedang tidak berada di rumah.

Atas kejadian tersebut, ia lantas membuat laporan polisi di Polres Kabupaten Bogor.

Kepada awak media, Rindiawan mengaku tidak mengetahui langsung kejadian tersebut karena dirinya memang sedang tidak berada di rumah dan menegaskan bahwa dirinya juga tidak mengenal LY sebelumnya, dan baru bertemu setelah ada pekerjaan yang mengaitkan keduanya.

Advertisement

“Saya tidak mengenal LY, yang saya kenal ME, karena kepercayaan beliau kepada saya untuk pengurusan sertifikat hilang, dan itupun sudah saya proses sesuai SOP yang ada,” ujarnya.

Dari informasi yang didapat, LY diketahui memberikan pekerjaan pengurusan sertifikat hilang kepada ME dengan anggaran sebesar Rp30 juta, kemudian ME menugaskan Rindiawan untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan memberikan dana operasional sebesar Rp15 juta.

Dari pekerjaan yang diterima tersebut, Rindiawan mendapatkan fakta di lapangan bahwa sertifikat yang diurusnya ternyata bukan hilang melainkan sudah dilelang, padahal dirinya mengaku sudah membuat laporan polisi terkait kehilangan tersebut sesuai arahan dari ME.

ME sendiri telah mengembalikan dana Rp15 juta kepada LY dan R. Rindiawan sendiri keberatan mengembalikan dana operasional yang diberikan ME karena merasa sudah menjalankan pekerjaan sesuai SOP. Hal tersebut yang membuat berang LY dan berbuntut panjang hingga bergulirnya kasus pencemaran nama baik ini.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*