KUPAS KOLOM: CBA Temukan Dugaan Korupsi Belanja Modal Pemkab Bogor

Koordinator Investigasi LSM Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman (dok. KM)
Koordinator Investigasi LSM Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman (dok. KM)

Oleh Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi di Center for Budget Analysis (CBA)

Center for Budget Analysis (Lembaga CBA) menemukan dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan anggaran belanja modal Pemkab Bogor tahun anggaran 2019.

Salah satu temuan kami terkait proyek pekerjaan peningkatan ruas Jalan Citeureup-Citanggul, proyek bernilai Rp 10,8 miliar ini diduga kuat diselewengkan oleh oknum Pemkab Bogor dengan cara bersekongkol dengan pihak swasta.

Adapun penjelasannya sebagai berikut:

Pemkab Bogor melalui Dinas PUPR pada 2019 melaksanakan tender untuk proyek jalan Citeureup-Citanggul melalui metode sistem gugur dengan mencari harga terendah, dari 51 perusahaan yang ikut serta tercatat 10 perusahaan yang bersaing mengajukan tawaran kontrak.

Pada tanggal 5 Juli 2019 Pemkab Bogor menetapkan pemenang proyek yakni PT. Tri Arta Adikara yang beralamat di Perum Pesona Telaga Cibinong, Jl. Meninjau Blok B3 No.16 RT.004/002 Harapan Jaya Cibinong. Nilai kontrak yang disepakati kedua belah pihak sebesar Rp10.519.174.437.

Adapun temuan kami, pertama, PT TAA dalam proses tender bukan perusahaan dengan tawaran terendah bahkan tidak masuk 3 besar, melainkan ada di posisi keenam. Hal ini bertentangan dengan salah satu syarat penentuan pemenang yakni mencari harga terendah.

Advertisement

Kedua, dugaan kuat permainan yang dilakukan Pokja ULP dalam proses pelolosan PT. TAA, pihak Pemkab Bogor menggugurkan 5 perusahaan lainnya dengan alasan masalah teknis seperti kurangnya berkas dan tidak lengkapnya persyaratan yang sebenarnya hanya bersifat tambahan. Padahal PT. TAA sendiri bermasalah dengan masalah pemberkasan contohnya dalam surat menyurat yang diajukan PT. TAA sama persis dengan berkas yang diajukan dalam tender di proyek berbeda (copy paste, atau asal buat), yang penting jadi dan dapat proyek miliaran.

Terakhir, karena proses tender proyek peningkatan ruas Jalan Citeureup-Citanggul diduga dimainkan alias formalitas belaka, dalam pelaksanaannya sendiri bermasalah, berupa volume yang dikerjakan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.

CBA mencatat total kerugian dalam proyek peningkatan ruas jalan Citeureup-Citanggul mencapai Rp 2 miliar lebih, hal ini disebabkan karena nilai kontrak yang tinggi dan mahal serta kelebihan biaya dalam pelaksanaan pekerjaan.

Berdasarkan temuan di atas, CBA mendorong Kejari Kabupaten Bogor untuk segera bertindak melakukan penyelidikan. Panggil dan periksa pihak terkait, mulai dari Pokja ULP, PPK proyek peningkatan ruas jalan Citeureup-Citanggul, serta Kepala Dinas PUPR Kab. Bogor selaku pengguna anggaran.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*