Bupati Tangerang Akan Selidiki Dugaan Pungli di Perbatasan Tangerang-Bogor

Bupati Tangerang Achmad Zaki Iskandar (dok. Viva)
Bupati Tangerang Achmad Zaki Iskandar (dok. Viva)

TANGERANG (KM) – Maraknya dugaan pungli kepada supir tronton yang melintas di jalan raya Tangerang-Bogor oleh oknum warga perbatasan membuat Bupati Kabupaten Tangerang Achmad Zaki Iskandar angkat bicara, saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp oleh wartawan kupasmerdeka.com Sabtu pagi 24/10.

Menurutnya, setiap adanya dugaan pungli ia meminta agar diserahkan bukti beserta laporan tertulisnya.

Silahkan bawa bukti dan laporan tertulis nya.. siapa, kapan dan di mana kejadian pungli nya,” tegas Bupati.

Setelah Bupati Kabupaten Tangerang mengetahui bahwa warganya sendiri yang melakukan dugaan pungli, dirinya berkomitmen akan menyelidiki terlebih dahulu dugaan ini.

Siap juragan.. Biar di selidiki dl yah,” ujar Bupati Zaki dalam pesan singkatnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kapolres Tangerang Selatan Polda Metro Jaya AKBP Iman Setiawan saat dihubungi melalui sambungan telepon. Ia mengaku akan melakukan koordinasi dengan Kapolsek Legok AKP Dicky Dwi Priambudi terkait temuan ini, untuk dilakukan investigasi terlebih dahulu.

Advertisement

“Saya akan melakukan koordinasi dengan Kapolsek Legok, untuk melakukan investigasi terkait temuan dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum warga,” tandas Iman Setiawan, Minggu malam 25/10.

Kapolres juga menambahkan, jika anggotanya terbukti melindungi oknum warga yang melakukan pungli, dirinya akan mencopot jabatannya dari kepolisian.

“Akan saya copot jabatanya dari kepolisian, jikalau terbukti melindungi oknum warga yang melakukan pungli,” tambahnya.

Sebelumnya, penelusuran oleh wartawan Kupasmerdeka.com Kamis lalu 22/10 menemukan adanya aksi pungutan liar oleh oknum warga di perbatasan Tangerang-Bogor.

Tidak tanggung-tanggung, uang yang diminta dari sopir truk tronton berkisar antara Rp70.000 – Rp100.000.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*