Kasus Penyebaran Hoax “Sejuta Rumah Subsidi Jokowi” Siap Dilimpahkan kepada Kejaksaan

BOGOR (KM) – Berkas kasus penyebar hoax “sejuta rumah subsidi Jokowi” dengan pelaku berinisial LM segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bogor. Hal itu disampaikan oleh pelapor yang merupakan Direktur PT. Imza Rizki Jaya, Rizayati.

Usai melihat pelaku yang kini ditahan oleh Kepolisian Resort Kota Bogor, Rizayati menyebut pelaku “tidak menunjukan itikad baik.”

Padahal menurutnya, jika saja pelaku menyampaikan maaf dan mengklarifikasi perbuatannya itu, dirinya pasti memaafkan. “Ini tadi malah ngotot di dalam dan dia bersikukuh mempertahankan konten yang mana itu melanggar hukum,” kata Rizayati di Mapolresta Bogor, Senin 26/10.

Rizayati mengatakan, setelah ditangkap dan diproses oleh penyidik Polres Bogor, kini berkas kasus LM segera dilimpahkan ke Kejari Bogor dan LM harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku, tentang ITE Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 310 KUHP.

“Dia menyebarkan video hoax itu di Youtube miliknya, berita hoax tentang rumah subsidi pak Jokowi dan mengandung pencemaran nama baik pak Jokowi dan saya,” kata Rizayati.

Selain dijerat oleh pasal UU ITE, pelaku juga dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 yang menyatakan di muka umum perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap sesuatu atau beberapa golongan penduduk Negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 UU RI No. 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 KUHP yang mana tersangka LM dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan mentransmisikan serta membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik yang memiliki muatan yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan. “Dia juga sebarkan SARA,” ucap Rizayati.

Advertisement

Sebelumnya, LM ditangkap oleh Satuan Reskrim Khusus (Satreskrimsus) Polresta Bogor di wilayah Jakarta Timur, pada Ahad 18 Oktober. Kepala Satreskrim Polresta Bogor, AKP Firman Taufiq, mengatakan bahwa setelah pihaknya menerima berkas pelaporan dari Mabes Polri, timnya langsung bergerak melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku LM yang akhirnya tertangkap dan ditahan di Mapolresta Bogor. Menurut Firman, saat ditangkap LM mengakui akun Youtube yang jadi BB dalam pelaporan adalah akun miliknya.

“Sudah kami tangkap dan ditahan sudah dua hari,” kata Firman di Mapolresta Bogor Selasa 20 Oktober 2020.

Red

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*