“Bisnis Guru Indonesia” ingin Sejahterakan Guru Indonesia Melalui Pelatihan dan Pendampingan Bisnis

Webinar Peluncuran
Webinar Peluncuran "Bisnis Guru Indonesia" (dok. KM)

BOGOR (KM) – Tepat sebulan setelah tayangnya portal online “Bisnis Guru Indonesia” (BGI) tepatnya pada 17 September lalu, layanan itu mendapat sambutan luar biasa dari kalangan guru di Nusantara, dibuktikan dengan banyaknya pendaftar seminar online atau webinar yang akan dilaksanakan pada 1-3 November 2020 mendatang, sebagai kegiatan pengabdian masyarakat dari UNIKOM.

Tema webinar perdana BGI memadukan pendidikan dan dunia bisnis. Menurut pendiri BGI, Prihariyani, tema yang diangkat adalah “Tantangan Peningkatan Kreativitas Pembelajaran dan Meningkatkan Ekonomi Guru Masa Pandemi Covid-19 di Era Industri 4.0”.

“Webinar ini merupakan rangkaian agenda BGI untuk memperkenalkan diri serta berbagi manfaat ilmu kepada guru dan umum,” kata Prihariyani dalam rilis pers yang diterima KM, Sabtu 17/10.

“Narasumber dari UNIKOM, APTIKOM, BI dan trainer pendidikan akan mengupas model pembelajaran kekinian di masa pandemi covid-19, dan strategi guru dalam meningkatkan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya di masa pandemi covid-19, serta informasi terkini dari perbankan,” jelasnya.

Advertisement

Dalam rilis tersebut Konsultan BGI Achmad Badrus menyampaikan bahwa tema seminar ini “sangat menarik dan akan banyak ilmu yang didapatkan.”

“Baik pendidikan, bisnis dan lebih bagus lagi karena Bisnis Guru Indonesia akan memperkuat pendampingan pasca diklat,” ungkap Achmad.

“Seperti bisa menggunakan media pembelajaran di masa covid-19, dan ada pendampingan bisnis. Karena beberapa pengurus BGI dan praktisi mitra telah menjadi owner yang sukses lokal dan nasional bahkan sudah internasional,” jelas Achmad.

Lebih lanjut Achmad mengatakan, misi BGI adalah menjadi wadah bagi guru Indonesia untuk mempromosikan bisnis dan mendapatkan pendampingan bisnis.

“Semoga kehadiran BGI bisa memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan guru, pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya,” tutup Achmad.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*