Ini Sederet Bantuan yang Disalurkan Pemkab Subang kepada Pesantren di Wilayahnya, dari Bantuan Dana hingga APD

Bupati Subang Ruhimat pada acara Hari Santri Nasional 2020, Jumat 16/10/2020 (dok. KM)
Bupati Subang Ruhimat pada acara Hari Santri Nasional 2020, Jumat 16/10/2020 (dok. KM)

SUBANG (KM) – Bupati Subang Ruhimat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, Jumat 16/10. Dalam kesempatan itu Ruhimat mengungkapkan bahwa Pemkab Subang telah mengucurkan berbagai bantuan bagi pesantren di Subang.

“Bantuan sebesar Rp1 miliar plus alat pelindung diri (APD) untuk 146 pondok pesantren (ponpes) terdampak pandemi covid-19. Selain itu, Pemkab juga menyiapkan bantuan pemberdayaan pesantren sebesar Rp1,4 miliar untuk 35 pesantren, masing-masing mendapat sebesar Rp40 juta,” ujar Ruhimat.

Tema hari santri tahun 2020 adalah “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Adapun isu kesehatan yang diangkat menjadi tema Hari Santri yang dilatarbelakangi oleh kondisi pandemi covid-19 yang tengah melanda masyarakat dunia. Beberapa pesantren pun melakukan upaya pencegahan, pengendalian dan penanganan dampak pandemi covid-19.

“Hal ini menjadi bukti bahwa pesantren memiliki kemampuan dalam menangani pandemi, walaupun dengan berbagai keterbatasan fasilitas kuncinya kedisiplinan, kepatuhan, kehati-hatian serta keteladanan yang diajarkan oleh para kyai dan pimpinan pondok pesantren,” ujarnya.

“Ulama dan santri memiliki peran yang sangat penting dalam narasi sejarah bangsa Indonesia, kontribusi ulama dan santri terbukti kokoh dalam menguatkan pondasi NKRI mengikis habis paham radikalisme, harus terus dilakukan karena Islam adalah agama rahmatan lil alamin,” paparnya.

Menurut Bupati, dalam menghadapi era industrialisasi di Kabupaten Subang dan dalam rangka menghadapi era industri 4.0, santri harus memiliki semangat yang kuat sehingga mampu menghadapi tantangan global serta mampu berdaya saing.

Advertisement

“Para santri harus terus belajar, mencari ilmu agar mampu berdiri dan menjadi bagian dari kegiatan pembangunan. Santri harus mandiri dan menjaga perdamaian dunia dengan menanamkan dan menyebarkan nilai-nilai universal Islam yang sejalan dengan nilai kemanusiaan,” katanya.

Ruhimat menyampaikan, dalam upaya mendukung kemajuan pesantren, Pemda Subang juga memberikan bantuan anggaran pemberdayaan kepada 35 pondok pesantren.

“Masing-masing pesantren sebesar Rp 40 juta, tentunya (bantuan ini) akan dilanjutkan pada tahun berikutnya,” paparnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Subang, Abdurohim menjelaskan, Hari Santri Nasional ditetapkan diperingati setiap 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

“Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya resolusi jihad, yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Kami menegaskan bahwa peringatan Hari Santri 2020 secara khusus mengusung tema Santri Sehat Indonesia Kuat. Karena saat ini dunia internasional sedang dilanda pandemi global coronavirus disease 2019 (covid-19),” imbuhnya.

Bantuan Pemkab Subang untuk pondok-pondok pesantren ini, juga diungkap oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Subang, Iwan.

Iwan menyebut, selama pemerintahan Jimat-Akur, terdapat 200-an lebih pesantren yang akan mendapat bantuan operasional (BOP) pesantren. Namun, gara-gara pandemi covid-19, baru sebagian kecil saja ponpes yang bantuannya terealisasi.

Reporter: Sunardi
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*