Warga Desa Bojong Jengkol Ciampea Sambut Antusias Program PTSL

Kades Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Bogor, dan istrinya (dok. KM)
Kades Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Bogor, dan istrinya (dok. KM)

BOGOR (KM) – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) memang sangat ditunggu oleh masyarakat, tidak terkecuali warga Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Kepala Desa Bojong Jengkol, Awaluddin, mengatakan bahwa program PTSL dari pemerintah pusat sebelumnya telah berhasil dijalankan di desa-desa yang ada di Ciampea. Bagi warga Desa Bojong Jengkol, mereka lebih dahulu menuntaskan syarat utama mengajukan program PTSL, seperti sudah ada segel dan SPPT.

“Program SRS4 (satu surat satu rumah satu SPPT) bertujuan untuk menertibkan sekaligus mendata kepemilikan tanah dan rumah, agar penerbitan SPPT sesuai dengan wajib pajak dan objek pajak yang real, dimana SPPT ini biasa didapat ketika mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sertifikat, SPPT bukanlah bukti kepemilikan objek pajak, SPPT adalah penentu atas objek pajak tersebut dan patokan jumlah pajak yang dibebankan terhadap objek pajak tersebut yang harus dibayarkan oleh pemiliknya,” tutur Awaluddin kepada KM di Balai Desa, Jumat 16/10.

Advertisement

Menurutnya, program SRS4 bertujuan untuk “mewujudkan mimpi masyarakat menegah maupun bawah yang sudah lama mengharapkan pembuatan sertifikat tanah massal agar tanah mereka memiliki kekuatan hukum.”

“Sehingga ke depannya program PTSL masyarakat sudah lengkap dalam administrasinya. Karena hanya pemilik tanah yang sudah memiliki segel dan SPPT saja yang akan didaftarkan ke program PTSL,” jelasnya.

“Dengan program SRS4, 1.267 kepala keluarga yang sudah mempunyai segel. Paling sedikit dengan kuota 3.500 sampai 5.000 keluarga yang akan kita ajukan ke program PTSL tahun depan 2021 dan kami sudah berkomunikasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mendaftarkan program tersebut,” tambah Awaluddin.

Warga pun antusias mengikuti program SRS4. “Targetnya semua rumah harus punya sertifikat,” pungkasnya.

Reporter: Asep Awaluddin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*