Soal Pengajuan dan Penyaluran Banpres Usaha, Dinas UMKM dan BRI Tanjungbalai Berikan Keterangan yang Berlawanan

Bank BRI Cabang Tanjungbalai (dok. KM)
Bank BRI Cabang Tanjungbalai (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah meluncurkan Banpres Usaha Mikro (BPUM) sebagai skema insentif tambahan bagi pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat bertahan di tengah pandemi covid-19.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan bahwa program ini sudah mulai disalurkan sejak 17 Agustus lalu. Target penyaluran tahap pertama untuk 9,1 juta penerima manfaat, dengan total anggaran Rp22 triliun.

Pada tahap awal, Banpres Poduktif tersebut telah disalurkan kepada 1 juta penerima manfaat bekerja sama dengan BRI dan BNI. BRI telah menyalurkan Banpres Produktif kepada 683.528 penerima manfaat dengan total penyaluran Rp1,64 triliun, sementara BNI telah menyalurkan kepada 316.472 penerima manfaat dengan total penyaluran Rp760 miliar.

Hingga 19 Agustus 2020 lalu, Banpres Produktif tersebut telah disalurkan di 34 provinsi untuk 1 juta penerima manfaat di tahap awal dengan total yang telah disalurkan mencapai Rp2,4 triliun.

Sesuai dengan surat edaran pemerintah Provinsi Sumatera Utara Nomor 008/6129/PUK/2020, kriteria penerima BPUM adalah sebagai berikut:

  • Pelaku usaha mikro dan ultra mikro bergerak di sektor produktif dan jasa.
  • Usaha sudah berjalan minimal 6 bulan.
  • Bukan sebagai debitur (memiliki hutang) di perbankan dan lembaga keuangan.
  • Belum pernah mendapatkan bantuan apapun sebelumnya (bantuan sosial BLT, JPS/JPE, baik dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten atau kota).

Beberapa waktu lalu, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya di media sosial data penerima bantuan BPUM tersebut sudah keluar namun tidak dipublikasikan ke masyarakat.

Advertisement

Saat wartawan KM mengkonfirmasi pihak Dinas UMKM Tanjungbalai perihal data tersebut, Nana Rosliana, staf Dinas UMKM, mengatakan bahwa benar itu data penerima bantuan UMKM.

“Iya, emang benar itu data penerima bantuan yang dari pusat, tapi itu bukan data yang kami ajukan, karena setelah kami cek. Satupun tidak nama masyarakat yang kami ajukan, itupun data kami minta dari pegawai Bank BRI Cabang Tanjungbalai untuk ngecek nama-namanya,” kata Nana.

“Saya aja tahu itu keluar dari anggota saya, ada temannya bekerja di bank tersebut, kalau tidak ada kamipun tak tahu. Dan saya pun heran kok bisa data itu tersebar ke media sosial, karena menurut anggota saya, data tersebut hanya pihak Bank BRI yang tahu karena BRI juga mengajukan data,” tutup Nana.

Sementara itu, saat dimintai keterangan, Awi, pegawai Bank BRI Cabang Tanjungbalai mengatakan bahwa pihak Bank BRI Tanjungbalai hanya sebagai penyalur, bukan pengaju.

“Kami hanya penyalur bang bukan pengaju, dan masalah tersebut kami juga tidak tahu, yang mengetahuinya kepala cabanglah bang karena kami tidak berani asal ngomong. Kalaupun memang betul, nama-nama yang tercantum sudah kami hubungi,” pungkasnya.

Adapun ketika wartawan KM menghubungi sejumlah penerima BPUM sesuai daftar yang beredar, tidak ada yang mengaku telah mendapatkan SMS notifikasi dari BRI.

Kepala Cabang Bank BRI Tanjungbalai enggan menjumpai wartawan untuk memberikan klarifikasi terkait penyaluran BPUM.

Reporter: HENS
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*