Pameran 1000 Golok Pusaka Tandai Penutupan Festival Golok Internasional 2020

TANGERANG (KM) – Dewan juri dalam Festival Golok Internasional 2020 telah menetapkan para juara dari masing-masing tingkatan lomba keterampilan seni golok, baik tunggal maupun beregu yang diikuti berbagai perguruan dan padepokan silat dari Indonesia dan mancanegara.

Dalam kompetisi golok kali ini, Perguruan As-Syifa dari Serang, Provinsi Banten berhasil memperoleh predikat pemenang tunggal dan beregu oleh dewan juri pada Selasa 22/9 lalu. Penyerahan hadiah untuk keseluruhan juara 1, 2, 3 diserahkan saat puncak acara The Golok International Festival 2020 yang dilangsungkan di Museum Golok Indonesia pada Jumat 25/9.

Bagus Naga, seorang juri anggota kepada awak media mengatakan bahwa seluruh peserta yang berpartisipasi mengikuti lomba keterampilan golok mendapat beasiswa gratis pelatihan seni golok dari organisasi Seni Golok Indonesia (SGI).

The Golok International Festival 2020 ini digelar dengan mengangkat tema ‘Golok Goes to UNESCO‘. Tema tersebut dimaksudkan untuk mendorong pemerintah agar memperjuangkan golok menjadi salah satu warisan budaya nusantara yang diakui dunia.

Ki Kumbang, Guru Besar di Seni Golok Indonesia yang juga penulis buku ‘The Golok‘ menyatakan bahwa berdasarkan riset yang telah dilakukannya, diperoleh fakta bahwa telah terjadi distorsi atau pembelokan sejarah terkait fungsi dan penggunaan golok.

“Dalam manuskrip Sunda kuno yang tertulis pada kitab Sanghyang Siksakanda Ng Karesian

Advertisement
pada tahun 1440 Saka/1518 M, disebutkan bahwa golok merupakan senjatanya para Prabu/Raja,” jelasnya.

“Hari ini kita adakan dulu bedah buku The Golok di Ritz Carlton Jakarta, ke depan juga kita akan bedah buku tentang manuskrip Sunda kuno yang tertulis di kitab Sanghyang Siksakanda Ng Karesian tersebut,” lanjut Ki Kumbang.

“Semoga dengan digelarnya Festival Golok Internasional ini, pemerintah Indonesia tidak perlu lagi ragu untuk menyatakan kepada dunia bahwa golok adalah salah satu warisan budaya nasional asli Indonesia dan mendesak agar hal tersebut tercatat dalam dokumen UNESCO,” pungkasnya.

Acara puncak The Golok International Festival 2020 dilaksanakan di dua lokasi, diawali dengan pembacaan ikrar ‘Golok Goes to UNESCO‘ sekaligus peluncuran dan bedah buku The Golok di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, dan diakhiri dengan acara pameran 1000 golok pusaka, pembagian hadiah pemenang, dan seminar edukasi golok bersama grup musik Debu di Museum Golok Indonesia, Villa Melati Mas blok C, Serpong, Tangerang, Provinsi Banten.

Turut hadir dalam acara penutupan, H. Zainuddin selaku Dewan Pembina SGI yang juga Ketua Umum Bamus Betawi, Utusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, dan para pesilat pemenang kompetisi The Golok Festival.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

1 Trackback / Pingback

  1. PAMERAN 1000 GOLOK PUSAKA TANDAI PENUTUPAN FESTIVAL GOLOK INTERNASIONAL 2020 – Museum Golok Indonesia

Leave a comment

Your email address will not be published.


*