KUPAS KOLOM: Apesnya Pertamina

Kantor Pusat PT Pertamina (dok. Twitter @pertamina)
Kantor Pusat PT Pertamina (dok. Twitter @pertamina)

Oleh Adri Zulpianto, Koordinator Alaska (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran)

Ada tiga masalah di Perusahaan Pertamina yang saat ini jadi viral atau jadi sorotan masyarakat. Masalah perusahaan ini bisa dibilang apesnya Pertamina. Dimana apes ini disebabkan, pertama, tentang kerugian PT. Pertamina pada semester satu 2020 yang sampai US$767,92 juta atau sekitar Rp11,33 triliun.

Kedua, tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-tiba Pertamina terhempas dari Fortune Global 500.

Dan ketiga, penunjukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menduduki kursi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Kemudian apesnya Pertamina semakin mengenaskan, ketika pihak manajemen perusahaan berusaha untuk mencari-cari alasan mengapa Pertamina bisa merugi. Ada tiga alasan yang mereka kambing-hitamkan, yaitu penurunan penjualan, fluktuasi rupiah terhadap dolar AS, dan melemahnya harga minyak mentah dunia.

Tetapi buat kami dari Alaska (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran) alasan apapun yang diberikan Pertamina tidak bisa diterima begitu saja. Karena dalam hitung-hitungan bisnis, Pertamina tidak mungkin rugi. Saat itu harga BBM internasional sedang anjlok turun tapi harga jual BBM kepada rakyat tetap tinggi atau tidak mengalami penurunan sepeserpun.

Advertisement

Dan terakhir yang bikin Pertamina terlihat tambah kacau adalah tentang pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komut Pertamina. Dimana pengangkatan Ahok ini banyak melanggar peraturan yang dibuat oleh kementerian sendiri, seperti Permen BUMN No. 01/2011 tentang Penerapan GCG, Permen BUMN No. 02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan Pengangkatan Komisaris BUMN, dan UU BUMN No. 19/2003.

Kemudian dari penjelasan di atas, kami dari Alaska menilai bahwa kerugian Pertamina ini jelas-jelas karena mismanajemen dalam internal Pertamina sendiri.

Maka untuk itu, Alaska meminta kepada Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk segera memperbaiki manajemen Pertamina. Dan langkah pertama, yang harus dilakukan adalah untuk segera memecat Ahok dari jabatan komisaris utama Pertamina.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*