Donald Trump Umumkan Normalisasi Hubungan Bahrain-Israel

PM ISrael benjamin Netanyahu dan Raja Bahrain Hamad Al Khalifa (dok. BBC)
PM ISrael benjamin Netanyahu dan Raja Bahrain Hamad Al Khalifa (dok. BBC)

(KM) – Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan normalisasi hubungan bilateral antara Bahrain dan rezim pendudukan Israel, menjadikan kerajaan kecil itu sebagai negara Arab kedua yang bergabung dalam kesepakatan yang dikecam luas sebagai pengkhianatan terhadap bangsa Palestina dan perjuangan Palestina.

Trump mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Jumat bahwa Bahrain telah setuju untuk mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) dalam mencapai “kesepakatan damai” untuk menormalkan hubungan dengan Tel Aviv.

“Terobosan BERSEJARAH lain hari ini! Dua teman HEBAT kita Israel dan Kerajaan Bahrain menyetujui Kesepakatan Damai – negara Arab kedua yang berdamai dengan Israel dalam 30 hari!”- Donald J. Trump (@realDonaldTrump), 11 September 2020.

Trump juga melampirkan pada tweet terpisah sebuah pernyataan bersama, bahwa ketiganya telah menyetujui dan menyatakan komitmen untuk “pembentukan hubungan diplomatik penuh antara Israel dan Kerajaan Bahrain.”

Advertisement

Kesepakatan itu disebutnya sebagai “terobosan bersejarah” dan bertujuan untuk meningkatkan “stabilitas, keamanan, dan kemakmuran di kawasan”.

Bahrain telah setuju untuk meresmikan kesepakatan dengan Israel dalam sebuah upacara yang akan digelar pada 15 September mendatang di Gedung Putih, bersama Uni Emirat Arab yang juga akan menandatangani kesepakatan serupa.

Israel dan UEA menyetujui kesepakatan yang ditengahi AS untuk menormalkan hubungan pada 13 Agustus lalu. Berdasarkan perjanjian tersebut, rezim di Tel Aviv konon telah setuju untuk menangguhkan “sementara” penerapan kebijakan aneksasinya atas wilayah Tepi Barat dan Lembah Yordan.

Palestina dengan suara bulat mengecam kesepakatan damai UEA-Israel, yang bertentangan dengan konsensus Arab yang lama bahwa setiap normalisasi hubungan dengan rezim Tel Aviv harus dilakukan dalam konteks penyelesaian konflik Israel-Palestina dan pembentukan negara Palestina yang berdaulat.

Reporter: Red/PP

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*