Aktivis Endus “Korupsi” di Tubuh BRI Tanjungbalai

Ketua Komite Mahasiswa Pemuda Peduli Kota (KOMPAK) Tanjungbalai, Ramadhan Batubara (dok. KM)
Ketua Komite Mahasiswa Pemuda Peduli Kota (KOMPAK) Tanjungbalai, Ramadhan Batubara (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Ketua Komite Mahasiswa Pemuda Peduli Kota (KOMPAK) Tanjungbalai, Ramadhan Batubara, menduga pihak BRI Cabang Tanjungbalai “tidak akuntabel” dalam melakukan verifikasi terhadap data nasabah bank BRI penerima Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM). Ia menduga dari 196 data nasabah penerima tahap pertama, ada yang dimanipulasi.

“Sehingga hal ini kami menduga akan adanya praktek korupsi di tubuh Bank BRI Cabang Tanjungbalai yang menyebabkan kerugian negara berskala besar,” ujar Ramadhan.

“Saya menilai dugaan manipulasi beberapa data nasabah oleh pihak BRI Cabang Tanjungbalai merupakan kejahatan yang terencana. Kejanggalan yang fatal kami temu pada data nasabah penerima BPUM di antaranya tidak sesuainya alamat tinggal nasabah seperti jalan, lingkungan, kelurahan, kecamatan dengan dengan hasil survey di lapangan. Bahkan menurut keterangan kepling bahwa nama dan alamat nasabah yang dimaksud bukan merupakan penduduk yang bermukim pada wilayah lingkungan tersebut,” ungkap Ramadhan pada Jumat 25/9.

Ramadhan menambahkan bahwa pihak BRI cabang Tanjungbalai “sepertinya ada dugaan unsur kesengajaan” untuk memanipulasi data nasabah dengan tujuan terselebung. “Hal ini jauh dari penyebab kesalahan, jika ditinjau dari sistem yang eror. Karena tidak mungkin sampai terjadinya perubahan secara keseluruhan untuk identitas nasabah pada alamat tinggalnya,” katanya.

“Banyak kejanggalan data nasabah yang kami temui. Ada nasabah yang memiliki utang tapi menerima bantuan, ada NIK nasabah yang tidak sesuai data resmi, ada nasabah yang berstatus masih pelajar, ada nasabah yang memiliki rumah gedung dengan 3 usaha besar, ada nasabah yang memiliki tabungan tapi tidak memiliki usaha mikro dan banyak kejanggalan lainnya, Akan tetapi muara persoalannya, ada dugaan terjadinya penyaluran tidak tepat sasaran dan akan menguntungkan pihak bank itu sendiri,” paparnya.

Advertisement

Maka dari itu, menurut Ramadhan, pihak BRI cabang Kota Tanjungbalai diduganya telah melanggar ketentuan hukum pidana 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat atau Dokumen dan melanggar pasal 3 Undang-undang no 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana korupsi,” ungkap Ramadhan.

“Selaku lembaga kontrol sosial, Komite Mahasiswa Pemuda Peduli Kota (KOMPAK) Tanjungbalai meminta agar aparat penegak hukum pihak Kepolisian Resort Tanjungbalai untuk menyelidiki keaslian data dari 196 data Nasabah Bank BRI Cabang Tanjungbalai yang menerima BUPM dari Kementerian Koperasi dan UKM pusat. Dalam waktu dekat juga, KOMPAK akan menggelar aksi unjuk rasa untuk meminta pertanggungjawaban pihak Bank BRI Cabang Tanjungbalai yang diduga telah merugikan keuangan Negara,” lanjut Ramadhan.

Sementara itu, Asisten Manajer Kepala Cabang BRI Tanjungbalai Demak Sitompul pada Selasa 22/9 menyatakan memang benar bahwa sebagian data nasabah penerima BPUM dari Kementerian Koperasi dan UKM pusat adalah hasil dari verifikasi lewat telepon.

“Ada 5.000 data dari pusat yang diterima untuk diverifikasi oleh pihak BRI cabang Tanjungbalai. Data yang masuk harus diverifikasi secara cepat untuk mengejar launching Kementerian Koperasi dan UKM pusat yang langsung dihadiri pak Joko Widodo Presiden Republik Indonesia pada waktu lalu. Maka untuk itu kami mempercepat data nasabah untuk diverifikasi langsung lewat telepon, tanpa melakukan survey,” terang Demak.

Demak mengakui, banyak dari nasabah yang memberikan keterangan tidak benar. Ada nasabah yang mengakui tidak punya utang, tapi pada kenyataannya memiliki utang di Bank.

Reporter: Gus
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*