Saksi Pelapor Awal Akui tidak Tahu Keterkaitan Sekdis DPKPP Kabupaten Bogor dalam Kasus Dugaan Gratifikasi

Sidang saksi kasus mantan Sekdis DPKPP Kabupaten Bogor di Pengadilan Tipikor Bandung, 28/8/2020 (dok. KM)
Sidang saksi kasus mantan Sekdis DPKPP Kabupaten Bogor di Pengadilan Tipikor Bandung, 28/8/2020 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Saksi yang juga sebagai pelapor awal dari Laporan Informasi (LI) yang berujung operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat mantan Sekretaris Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan dan Pertahanan (DPKPP) Kabupaten Bogor menyatakan bahwa tidak ada nama dan bukti yang menerangkan bahwa mantan Sekdis DPKPP Kabupaten Bogor Iriyanto disebut dalam laporan awalnya itu.

“LI yang saya sampaikan kepada institusi Polres Bogor berdasarkan obrolan atau bincang-bincang santai dengan tersangka kasus penipuan dan penggelapan bernama Fikri Salim dan Soni Priyadi pada tanggal 2 Maret 2020 di ruang penyidik Polres Bogor. Dengan adanya obrolan bahwa ada sejumlah uang Rp200 juta yang terkait dengan dugaan melicinkan perizinan sebuah rumah sakit dan sebuah hotel kepada oknum di DPKPP Kabupaten Bogor,” ungkap Beny Suhanda, yang juga anggota Polres Bogor saat sidang saksi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jumat 28/8.

“Ya dalam obrolan yang tidak direncanakan, 2 orang tersangka tersebut menyampaikan bahwa ada transaksi dugaan suap untuk perizinan ke DPKPP Kabupaten Bogor, dengan menyebut uang tersebut diserahkan kepada Faisal dan Agus Budi sebesar Rp200 juta, dan bukti kwitansi sebesar Rp100 juta,” tambah Beny yang juga anggota Reskrim Polres Bogor.

Beny juga tegas mengatakan di hadapan Majelis Hakim, laporan awal LI yang dibuat pada 2 Maret 2020 tersebut tidak ada laporan dan juga bukti atas nama Iriyanto, yang ada hanya nama Faisal dan Agus Budi yang saat itu menjabat di DPKPP Kabupaten Bogor.

Advertisement

Untuk proses OTT Sekdis DPKPP Kabupaten Bogor Iriyanto yang berjalan sehari setelah LI, dirinya mengaku tidak tahu, hanya menjalankan tugas atasan saja. “Ya hingga adanya OTT saya tidak tahu bagaimana proses LI itu jadi berkembang kepada OTT, saya hanya menjalankan tugas saja dari atasan,” jelas Beny.

Masih kata Beny, saat OTT pada tanggal 3 Maret 2020 di Kantor DPKPP Kabupaten Bogor, dirinya mengakui ikut bertugas melakukan OTT, namun dirinya juga tidak mengetahui saat di lokasi ada tersangka tahanan Polres Bogor Soni Priyadi.

“Ya tersangka tahanan Polres Bogor, Soni Priyadi yang menjadi sumber awal dari LI saya, ternyata ada di kantor DPKPP, atasan saya Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Beny Cahyadi, langsung memerintahkan untuk mengamankannya,” kata Beny.

Lalu, lanjut Beny, proses OTT sudah berjalan, setelah ia mengamankan Soni Priyadi, Kasat Reskrim dan beberapa jajaran sudah berada di ruang Sekdis Iriyanto.

Dengab tegas Beny pun menyampaikan kepada Majelis Hakim bahwa segala perkembangan dari LI nya kepada institusi Polres Bogor hingga menjadi OTT di Kantor DPKPP Kabupaten Bogor dia tidak tahu.

Sementara hingga berita ini ditayangkan proses sidang saksi-saksi kasus mantan Sekdis DPKPP Kabupaten Bogor masih berjalan.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*