Komunitas Saung Agraria Garap Mandiri 1 Hektare Lahan Pertanian di Pamijahan untuk Hasilkan 1,5 Ton Beras Organik Berkualitas

Koordinator Saung Agria Ciasihan, Kang Uning (dok. KM)
Koordinator Saung Agria Ciasihan, Kang Uning (dok. KM)

BOGOR (KM) – Komunitas “Saung Agraria” Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menggagas lahan pertanian seluas 1 hektare untuk menghasilkan padi secara alami.

Koordinator Saung Agria Ciasihan, Kang Uning, saat dimintai keterangan awak media Jumat 7/8 mengatakan bahwa Komunitas Saung Agraria ini dibentuk pada tahun 2010 atas dasar “mempertahankan sejarah nenek moyang kita”.

“Dahulu nenek moyang kita bertani tidak menggunakan pupuk kimia. Maka dari itu kami coba kembali dengan membuat pertanian padi secara alami dengan menggunakan pupuk dari komponen tumbuh-tumbuhan, dengan modal 500 ribu rupiah untuk 1 hektar sawah,” ungkap Uning.

“Dengan menggunakan bibit lokal yang diperoleh dari pertukaran komunitas pertanian alami, kini kualitas beras tidak kalah saing dengan beras pandan wangi. Selain menjaga kelestarian alam, beras ini kaya nutrisi yang baik untuk kesehatan,” katanya.

Lahan 1 hektar ini milik masyarakat yang dimotori oleh Kelompok Saung Agraria Ciasihan dikatakan telah menghasilkan 1500 kilogram beras untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kang Uning berharap pertanian alami ini bisa digagas dan diperluas oleh kelompok tani di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. “Untuk itu kelompok Saung Agraria Ciasihan siap membantu para petani untuk mengembangkan pertanian secara alami. 4 hari kedepan kita akan panen raya,” pungkasnya

Advertisement

Aktivis Gerakan Pemuda Islam Jakarta Raya, Feri, saat dimintai keterangan di lokasi pesawahan Desa Ciasiahan Bogor kemarin mengaku mendukung inisiatif kelompok agraria yang bergerak dalam bidang pertanian yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat tanpa bantuan pemerintah.

“Saya berharap pemerintah pusat maupun daerah memperhatikan kreativitas masyarakat Kampung Ciasihan dalam mengelola pertanian padi dengan pupuk alami, jika metode ini bisa dikembangkan di indonesia, ini suatu kebanggaan Pemerintah Daerah Jawa Barat, khususnya Pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Feri.

“Di samping itu Desa Ciasihan berseberangan dengan perusahaan gas milik PT. Star Energi, yang seharusnya masyarakat sekitar mendapatkan dukungan secara moril dari dana CSR perusahaan tersebut,” lanjutnya.

“Jangan sampai para pelaku kepentingan politik datang kepada masyarakat di saat pemilihan saja, setalah meraka menjabat lupa dengan masyarakatnya,” tegasnya.

Reporter: Rajiv
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*