Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Tanah Sareal Dituding Lakukan Pembohongan Publik

Kantor DPD Partai Golkar Kota Bogor (dok. KM)
Kantor DPD Partai Golkar Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bogor yang akan digelar pada tanggal 29 Agustus 2020 mendatang, mulai timbul perpecahan pada tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.

Padahal, Partai Golkar secara nasional saat ini tampak solid dengan suksesnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menggelar Munas pada bulan Desember 2019 lalu, demikian pula Musda Provinsi Jawa Barat yang berjalan mulus.

Namun, yang terjadi di Kota Bogor justru sebaliknya. Carut marut menjelang Musda semakin terlihat, dengan perpecahan antar kader “semakin nyata” dan kondisi Partai Golkar Kota Bogor berada pada “jurang yang sangat dalam dan sulit untuk diselamatkan.”

Demikian penilaian Ketua Pimpinan Kelurahan (PL) Partai Golkar Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Bonang, yang menambahkan bahwa saat ini seluruh Ketua PL Partai Golkar se-Kecamatan Tanah Sareal yang berjumlah 11 kelurahan sudah menyatakan dukungan bulat kepada Heri Cahyono, dan sudah memberikan tanda tangan dukungan di atas materai Rp6.000.

“Ya semua Ketua PL se Kecamatan Tanah Sareal mendukung Heri Cahyono untuk menjadi calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, 11 PL yang ada di Tanah Sareal sudah memberikan dukungan dan tanda tangan secara sah di atas materai,” ungkap Bonang kepada awak media, Senin 24/8.

“Dukungan terhadap Heri Cahyono juga diperkuat oleh pengurus Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Tanah Sareal, bahkan Sekretaris PK Partai Golkar Tanah Sareal juga memberikan dukungan secara tertulis di atas materai, kepada Heri Cahyono yang saat ini menjabat Sekretaris Partai Golkar Kota Bogor,” tambah Bonang.

Bonang juga mengatakan, dengan jumlah dukungan yang meliputi seluruh stakeholder Partai Golkar Kecamatan Tanah Sareal tersebut, seharusnya Agus Zulkifli sebagai ketua PK Kecamatan Tanah Sareal, merespon secara bijaksana aspirasi arus bawah tersebut.

“Tetapi yang terjadi justru Agus Zulkifli, seakan-akan tidak menganggap aspirasi arus bawah tersebut, sebagai bentuk dukungan yang harus diamankan dalam Musda nantinya. Bahkan secara terang-terangan Agus Zulkifli “mencoba mengingkari dukungan arus bawah, dengan membawa suara PK Tanah Sareal kepada calon lain,” terang Bonang.

Advertisement

“Apa yang dilakukan oleh Agus Zulkifli tersebut merupakan langkah kontra produktif, bahkan demi memuluskan ambisi pribadinya, Agus Zulkifli berani memanipulasi hasil rapat pleno, dan juga memberikan pernyataan-pernyataan yang menyinggung harga diri dan hak-hak para Ketua PL,” ujarnya.

“Ya hal tersebut salah satu bentuk kebohongan publik yang dilakukan oleh Ketua PK Kecamatan Tanah Sareal, dengan menyebarluaskan berita hasil rapat pleno yang mengatakan bahwa rapat pleno memberikan mandat kepada Ketua PK untuk memilih Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor pada Musda nanti,” terang Bonang.

Masih kata Bonang, yang menjadi persoalan adalah, dengan “tidak digubrisnya aspirasi para Ketua PL, bahkan mengatakan bahwa rapat pleno diperluas sudah sah, dan dihadiri oleh 6 Ketua PL dari 11 Ketua PL yang ada, padahal di dalam absen rapat hanya ada satu Ketua PL saja, yaitu Abas Ketua PL Cibadak.”

“Tentu saja dengan pernyataan Agus Zulkifli yang disampaikan, melalui group WA pengurus PK, yang mengatakan bahwa rapat pleno dihadiri oleh 6 Ketua PL adalah bohong belaka,” kata Bonang.

Bahkan, lanjut Bonang, Agus Zulkifli juga “banyak memberikan komentar-komentar yang menghina para Ketua PL, bahwa Ketua PL tidak punya hak suara, PL itu hanya menyampaikan aspirasi, masalah suara bagaimana Ketua PK saja. Tentu saja pernyataan ini jelas bertentangan dengan asas kolektip kolegial, Partai Golkar ini bukan milik Agus Zulkifli, tetapi milik masyarakat tentu pengambilan keputusan secara organisatoris harus dilakukan secara kolektif kolegial bukan seenaknya sendiri,” beber Bonang.

“Kami sebagai Ketua PL tersinggung, memang pada saat Musda Ketua PK bertindak sebagai eksekutor, tetapi siapa yang akan dipilih haruslah calon yang disetujui oleh pleno diperluas bukan seenaknya Ketua PK sendiri, ini partai besar kami tidak rela partai sekelas Golkar dikelola secara serampangan,” pungkas Bonang.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*