Ketua DPRD Sayangkan Penyaluran Bansos Covid-19 di Pasaman Barat Baru 1 Tahap

Rapat Paripurna DPRD Pasaman Barat, Senin 24/8/2020 (dok.KM)
Rapat Paripurna DPRD Pasaman Barat, Senin 24/8/2020 (dok.KM)

PASAMAN BARAT, SUMBAR (KM) – Menyikapi lambannya penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai dari APBD, Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Barat Parizal Hafni mengungkapkan kepada awak media sesaat setelah usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin 24/8 bahwa berdasarkan laporan masyarakat dan berdasarkan pantauannya terkait BLT dari APBD Kabupaten Pasbar yang telah dianggarkan sebesar Rp9 miliar, pihaknya mempertanyakan mengapa sampai saat ini baru satu tahap yang disalurkan, padahal masyarakat sangat membutuhkan.

“Anggaran sebanyak 9 miliar, seharusnya penyalurannya kini sudah masuk pada tahap kedua tapi kenapa masih baru satu tahap?” ujar Parizal.

“Seharusnya Pemkab bisa lebih transparan, demikian juga dalam penyaluranya hendaknya dilibatkan unsur-unsur terkait,” lanjutnya.

Dikatakan Parizal, sebelumnya dirinya sudah mempertanyakan hal ini kepada Kadis Sosial Pasbar, yang mengaku bahwa tahap kedua baru akan disalurkan pada minggu pertama bulan September mendatang.

“Hanya membagikan sesuai data, kenapa harus begitu lamban, padahal masyarakat sangat membutuhkannya,” tukasnya.

Di samping itu Parizal juga mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mengawasi kemana saja anggaran yang digunakan ASN untuk melakukan perjalanan ke luar daerah, sementara anggaran perjalanan dinas luar daerah sudah “digunting”. Bahkan ia mengaku untuk anggaran perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD saja hingga saat ini tidak ada.

“Kita sedang mengawasi kemana saja mereka melakukan perjalan dan anggarannya untuk keperluan apa saja digunakan. Sementara anggaran DPRD sendiri untuk melakukan perjalanan luar saja tidak ada,” ungkapnya.

Advertisement

Parizal meminta kepada para pejabat pemerintah yang baru datang dari luar daerah Pasbar, sebelum melakukan kegiatannya agar terlebih dahulu melakukan tes swab dan melakukan isolasi mandiri.

“Ini penting, karena kasus covid-19 saat ini sedang merebak, tentu kita semua tidak ingin setiap harinya kasus Covid terus bertambah. Untuk itu saya harapkan agar kita semua harus lebih transparan,” harapnya.

Demikian juga terkait data hasil laboratorium harus transparan, khususnya mengenai pasien yang terpapar covid-19 harus jelas untuk pasien yang positif dan pasien yang terkonfirmasi positif.

Adapun Parizal Hafni selain sebagai Ketua DPRD Pasbar juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas Covid-19 Pasaman Barat. Dikatakannya, Pasaman Barat sempat menjadi zona kuning karena adanya kasus baru sebanyak lima orang, dan meskipun saat ini 3 orang dari 5 orang pasien terkonfirmasi positif kini sudah dinyatakan sembuh, harapannya semoga ke depan tidak ada lagi penambahan.

“Kita berharap kepada pemerintah supaya transparan dalam hal penanganannya dengan tetap memperhatikan dan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, juga Pemkab harus bisa bersikap tegas dan meninjau kembali tentang perjalanan pejabat ke luar daerah,” harapnya mengakhiri.

Reporter: Zoelnasti
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*