Galian Tanah di Pasirmuncang Cikaum Diduga Langgar Kesepakatan dengan Pemdes dan Warga

Galian tanah di Desa Pasirmuncang, Kecamatan Cikaum, Subang (dok. kM)
Galian tanah di Desa Pasirmuncang, Kecamatan Cikaum, Subang (dok. kM)

SUBANG (KM) – Maraknya galian tanah merah yang menggunakan akses jalan PT. Pabrik Gula (PG) Rajawali II Unit PG Subang di wilayah Desa Pasirmuncang, Kecamatan Cikaum, Subang, menimbulkan pertanyaan.

Dari berbagai sumber dan hasil investigasi yang terhimpun KM, ada sekitar tiga unit alat berat yang menggali tanah merah di sekitar lingkungan Pabrik Gula Rajawali unit II Subang.

Untuk mengangkut material tanahnya, pemilik galian itu menggunakan akses jalan milik PT. Rajawali, dengan kendaraan dump truck indeks 8 atau pun indeks 24 (tronton) yang beroperasi siang dan malam.

Menurut Ongko, salah satu pegawai galian tanah merah yang ditemui KM pada Rabu 26/8, yang mengelola galian tersebut adalah “PT. Global” yang berkantor di Jakarta, dan galian itu diklaim memiliki surat resmi dan sudah koordinasi dengan pihak PT. PG Rajawali, Pemdes dan warga sekitar.

Advertisement

“Galian saya resmi memiliki surat Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan surat lainnya,” kata Ongko.

Namun, di lokasi pun tidak ada papan plang proyek, yang menurut Ongko karena pekerjaan galiannya “belum maksimal”.

Sementara menurut Kades Pasirmuncang A. Ruswanta, memang pihak penggali tanah sudah berkoordinasi dengan pihak Pemdes, juga mengumpulkan masyarakat.

Namun, yang didaftarkan ke desa hanya tiga bidang surat tanah dengan SPPT, dan ia meminta jika ada areal yang akan digali harap melaporkan ke Pemdes.

Menurut Ruswanta, sampai saat ini galian itu sudah berjalan lebih dari satu minggu, dan diprediksi sudah menggali lebih dari surat SPPT yang didaftarkan, tapi tidak ada laporan.

“Lebih jauhnya, apa yang dijanjikan pengusaha galian terkait akan adanya kompensasi ke pihak Pemdes, tidak jelas keberadaannya,” ungkap Ruswanta.

Reporter: Lily Sumarli
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*