Baru Mendapatkan 1/4 dari Jatah, Pemdes Jatimulya Compreng Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Wilayahnya

Pupuk bersubsidi (stock)

SUBANG (KM) – Pemerintah Desa Jatimulya, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi yang dirasakan masyarakatnya, pasalnya pupuk bersubsidi yang tersedia baru mencukupi 1/4 dari luas lahan pertanian di wilayahnya.

Total areal yang dimiliki Desa Jatimulya adalah 816 hektare dan saat ini sedang dalam tahap pengelolaan dan semai benih.

Sekretaris Desa Jatimulya, Ego, kepada Kupasmerdeka.com Selasa 5/7 lalu mengakui bahwa di wilayahnya ada 2 kios yakni kios Tanjung Salep milik Haji Kasih yang hanya menerima 40 ton urea subsidi, dan kios Guru Sanuri Jatimulya yang mendapatkan 56 ton urea subsidi.

“Total areal di wilayah Desa Jatimulya seluas 816 Ha baru tercukupi 1/4 nya saja, sementara dari distributor Pamanukan sedang mengajukan melalui Dinas Pertanian,” ujar Ego.

Advertisement

“Kios dan Gapoktan ngadu ke Desa tentang kelangkaan pupuk subsidi, karena tidak bisa membeli dari kios lain di luar wilayah dan sementara BPP Kecamatan Compreng dikonfirmasi katanya telah mengajukan sesuai RDKK 816 ha, tidak mengetahui alur distibutor,” lanjutnya.

“Sementara pola tanam musim ini baru tahap pengolahan dan semai benih, pemilik kios bingung menjawab petani yang berdatangan mau membeli pupuk subsidi, yang non subsidi sangat mahal 3 kali lipat harganya, dan khawatir harga gabah yang terus turun sehingga tidak sesuai dengan biaya produksi yang mahal,” pungkasnya.

Reporter: Udin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*