Aktivis Minta Polres Tanjungbalai Usut Tuntas Peredaran Obat Curian dari Gudang RSUD Tengku Mansyur

Ketua KOMPAK Tanjungbalai, Ramadhan Batubara (dok. KM)
Ketua KOMPAK Tanjungbalai, Ramadhan Batubara (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Ketua Komite Mahasiswa Pemuda Peduli Kota (KOMPAK) Tanjungbalai, Ramadhan Batubara, meminta pihak Polres Tanjungbalai segera mengusut dan menetapkan kemana diedarkan penjualan barang curian obat-obatan di gudang penyimpanan obat milik RSUD Tengku Mansyur di Jalan Mayjen Sutoyo No. 39, Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, oleh oknum pelaku.

“Saya menilai bahwa persoalan ini mengarah kepada dugaan adanya konspirasi terselubung antara oknum pelaku dan para penampung penjualan obat-obatan itu. Karena tidak mungkin pendistribusiannya pada sembarangan tempat dan hal ini tentunya akan mengacu pada dugaan kasus penadahan,” ungkap Ramadhan pada Sabtu 8/8 di kediamannya.

“Dari informasi yang kami himpun, oknum pelaku menjalankan aksi pencurian obat-obatan di gudang obat milik RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai sudah 5 kali,” lanjut Ramadhan.

Ia memaparkan, pencurian obat-obatan itu dimulai dari bulan Mei lalu sampai akhirnya pada penangkapan tiga pelaku oleh Tim Khusus Pengamanan Bandit (TEKAB) Polres Tanjungbalai pada Kamis 16 Juli 2020 dari lokasi yang berbeda dengan barang bukti yang ikut diamankan berupa 1 tong sampah hijau merek KRISBOW dan satu unit mobil Toyota Avanza tipe G.

“Menurut hemat kami para pelaku pada dasarnya telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum dengan ancaman pidana pasal 363 KUHP. Dalam artian para pelaku ketika menjual obat-obatan tentunya tidak dilengkapi oleh identitas yang menguatkan akan adanya izin edar pada penjualan obat-obatan tersebut sehingga dapat disebut dengan barang ilegal,” jelas Ramadhan.

Advertisement

“Kami menduga oknum penampung ataupun penadah barang curian obat-obatan yang dijual sangat mengetahui manfaat daripada penggunaan obat-obatan dan dugaanya barang tersebut dibeli dengan harga yang murah. Yang mana dari hasil interogasi pihak Polres Tanjungbalai terhadap para oknum pelaku mereka mengakui telah mencuri berupa cairan RL [ringer laktat] 98 box dan berbagai jenis obatan lainnya,” katanya.

“Jika para oknum tersebut membeli tanpa melihat dari mana asal-usul obat-obatan itu maka dugaannya hal ini mengarah pada tindak pidana penadah yang disangkutkan kepada oknum pembeli pada jeratan KUHP pasal 480,” ungkapnya.

Namun, pihaknya menilai ke depan Polres Tanjungbalai dapat menyelidiki dan menetapkan kemana obat-obatan tersebut dijual oleh oknum pelaku.

“Penetapan ini sangat penting dikarenakan tindak pidana pembobolan dan pencurian obat-obatan di gudang obat milik RSUD Tengku Mansyur oleh pelaku menyangkut hajat hidup pengobatan untuk orang yang sedang sakit. Ditambah lagi kerugian yang dialami pihak RSUD Tengku Mansyur mencapai Rp46.000.000,” pungkasnya.

Reporter: Gus
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*