Waspadai Modus Baru Pencopet di Bogor yang Tiru Sinetron

Ilustrasi pencurian
Ilustrasi pencurian

BOGOR (KM) – Aksi para pencopet dalam angkutan kota (angkot) yang diperagakan dalam sebuah sinetron komedi di salah satu televisi swasta ikut ditiru modusnya oleh pencopet di Kota Bogor. Modus pencopet itu menimpa Nur Laila Lubis (45) dalam sebuah perjalanan dirinya sepulang dari pasar.

Nur bercerita, dia menaiki angkot dari Pasar Anyar Bogor menuju Jambu Dua, kemudian pelaku pertama naik di Jalan Sudirman dan meminta dia pindah duduk yang awal di belakang supir dengan berpindah ke tengah kursi angkot. “Dia alasannya mau nukar uang ke supir, ya saya geser,” ungkap Nur kepada KM di Bogor, Selasa 7/7.

Nur juga mengatakan setelah angkot jalan sekitar 300 meter, pelaku kedua naik masih di Jalan Sudirman. Pelaku kedua berpura-pura kesakitan dengan mengiba agar dirinya menolong, namun karena curiga ada yang tidak beres Nur meminta kepada pelaku pertama untuk menolong. Tapi pelaku kedua maksa dan memegang tangannya, untuk tetap ditolong. Sejurus kemudian, pelaku pertama menghimpit Nur.

“Jadi kayak di sinetron gitu, mereka pake tas dan tasnya ditaro di paha. Mungkin karena saya waspada sebab curiga, dia pura-pura sakit dan megangin tangan saya untuk ditolong,” jelas Nur menceritakan.

Setelah melancarkan aksinya itu, pelaku pertama berpura-pura menolong pelaku kedua, dan mereka turun 500 meter setelahnya yakni di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal. Sesudah para pelaku turun, Nur kemudian memeriksa isi tas dan tidak ada satu pun barang miliknya hilang. Namun kemudian setelah melihat pergelangan tangannya, Nur kaget gelang emas seberat 5 gram miliknya raib dan dia langsung menyetop angkot untuk turun. “Rencananya ngejar pelaku karena belum jauh, eh tapi mereka sudah gak ada,” ujar Nur.

Advertisement

Aksi para pencopet bermodus seperti di sitkom itu dibenarkan oleh Kepala Polsek Tanah Sareal, Kompol Sarip Samsu. Menurutnya, modus pelaku berpura-pura menjadi penumpang dan mengganggu atau mengalihkan perhatian korban, memang sudah lama terjadi. Bahkan dalam investigasi jajaran intel kepolisian, pelaku bisa saja bekerjasama dengan supir angkot.

“Artinya pelaku menyamar jadi pengemudi angkot, sebab tidak mungkin copet beraksi tanpa info awal. Jadi mereka kontekan tuh, nanti pelaku A ngontek naik angkot ini, misalnya. Kemudian pelaku lain menyamar jadi penumpang, gitu modusnya yang didapat dari pengembangan kami,” ujar Sarip yang kebetulan sedang bertugas mengamankan di Istana Bogor, yang tak jauh dari TKP.

Namun untuk aksi copet kali ini, Sarip menyebut menjadi atensi prioritas. Dia menyebut segera mengkoordinasikan dengan jajaran sabhara dan Intelkam Polresta Bogor, untuk ditindaklanjuti agar kejadian serupa tidak terulang. Sarip menghimbau kepada warga masyarakat, khususnya kaum ibu-ibu untuk lebih berhati-hati dalam kendaraan umum. “Setidaknya mereka naik angkot yang ada penumpangnya, agar modus seperti ini sulit bagi pelaku melancarkan aksinya seperti itu lagi,” pungkas Sarip, sambil mengatakan modus bisa terjadi di jalan-jalan besar.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*