Senat AS: “Di Bawah Trump dan Pompeo, Kemenlu AS Hancur dan Korup”

Secretary of State Mike Pompeo listens as US President Donald Trump discusses immigration during a meeting of the Cabinet in the Cabinet Room of the White House, in Washington, DC, on June 21, 2018. (Photo by Olivier Douliery / AFP) (Photo credit should read OLIVIER DOULIERY/AFP/Getty Images)

(KM) – Para anggota Senat Amerika Serikat (AS) merilis laporan setebal 40 halaman, yang berisi kritik pedas terhadap “krisis diplomasi” di masa jabatan Mike Pompeo sebagai Menlu AS.

Mengutip kantor berita Fars, situs Politico yang mendapatkan akses ke laporan tersebut menyatakan bahwa laporan itu dibuat beberapa hari sebelum sidang dengar pendapat di Kongres. Dalam sidang tersebut, Pompeo akan bertanggung jawab atas kinerjanya selama ini.

Para senator dari Demokrat memberi judul laporan itu “Diplomasi dalam Krisis: Runtuhnya Kemenlu di Pemerintahan Trump.”

Dalam sidang dengar pendapat, selain pembahasan kinerja Kemenlu AS, pemecatan Inspektur Kejaksaan AS, Steve Linick oleh Trump juga masuk agenda sidang.

Sebelum dipecat, Linick tengah menyelidiki peran Pompeo dalam memuluskan penjualan senjata ke Arab Saudi, juga penyalahgunaan Pompeo dan istrinya dari sumber-sumber Kemenlu AS.

Dalam laporan di atas disebutkan, ”Saat ini, dibandingkan tiga tahun lalu, para pegawai Kemenlu lebih merasa takut jika hendak melaporkan pelanggaran. Mereka juga khawatir akan jadi sasaran balas dendam.”

“Trump dan Pompeo telah menghancurkan Kementerian ini dan menyeretnya menuju korupsi. Konsekuensi serius sedang menanti AS dan keamanan nasional kita,” kata Bob Menendez, seorang anggota Komite Luar Negeri Senat AS.

Advertisement

“Masalah pos-pos yang kosong mendatangkan dampak serius bagi kehadiran AS di dunia, operasi-operasi di berbagai belahan dunia, dan keamanan nasional negara ini. Tiadanya pejabat senior dan kurangnya perekrutan personel di Kementerian ini bukan hanya berarti kosongnya kursi, tapi juga berarti hilangnya kepemimpinan AS di tingkat global,” demikian disebutkan dalam laporan tersebut.

Di lain sisi, Jubir Kemenlu AS menolak tudingan-tudingan Kongres. Dia mengklaim bahwa Pompeo sukses menjalankan agenda kerja Kemenlu, serta mempekerjakan tim yang “cerdas dan kompeten untuk meraih tujuannya.”

Beberapa waktu lalu, CNN dalam analisisnya membedah kinerja Pompeo di Pemerintahan Trump. CNN menulis, ”Pompeo telah membuat Kemenlu tidak bernilai. Semua tindakannya bertujuan untuk menyukseskan agenda politik pribadinya, serta melindungi Trump dari pertanggung jawaban.”

Sejak Trump menjadi presiden, kebijakan luar negeri AS dikritik habis-habisan. Salah satu tindakan yang dianggap mencederai kebijakan luar negeri AS adalah keluarnya Washington dari sejumlah perjanjian internasional, seperti kesepakatan nuklir Iran atau JCPOA.

Reporter: Red/PP

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*