KADIN Sumut: “Gairahkan Kembali Ekonomi dengan Terjun ke Sektor UMKM”

Ketua Umum KADIN Sumatera Utara Khairul Mahalli (Istimewa)
Ketua Umum KADIN Sumatera Utara Khairul Mahalli (Istimewa)

JAKARTA (KM) – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Sumatera Utara mengaku akan merumuskan sejumlah poin-poin penting yang menghambat dinamika usaha di Sumut. Salah satunya mengenai pemberdayaan ekonomi daerah.

Sebelumnya, Musyawarah Nasional KADIN pada 2010 lalu mengamanatkan agar pengurus KADIN mengarahkan pembangunan infrastruktur, pengembangan investasi, dan pembinaan usaha di daerah. Selain itu, pengurus KADIN juga diwajibkan untuk mengadakan pengembangan kapasitas pengusaha daerah melalui berbagai pelatihan-pelatihan.

Ketua Umum KADIN Sumatera Utara, Khairul Mahalli mengakui, dinamika KADIN yang terus berkembang dan dinamis menuntut tata kelola organisasi yang profesional, visioner dan mampu menaungi semua sektor usaha di daerah, dan memberdayakan KADIN daerah.

“Banyak tantangan yang harus dihadapi dan disikapi. Program-program strategis yang sudah menjadi kesepakatan harus diimplementasikan. KADIN harus mengambil peran dalam mengaktualisasikan sarana dan prasarana Revolusi Industri 4.0. Mau tidak mau, siap atau tidak siap, kita harus menyesuaikannya,” kata Mahalli, melalui rilis yang diterima redaksi KM Kamis 16/7 siang.

Lebih penting lagi, lanjut Mahalli, harus punya mindset milenial, dinamis dan inovatif untuk menghadapi ketatnya persaingan dunia usaha dan dinamika bisnis di era Revolusi Industri 4.0. Menurut Mahalli, untuk mendukung dan mengimplementasikan program-program strategis tersebut, perlu diperkuat dengan keberpihakan pengurus KADIN Indonesia terhadap pengusaha daerah.

Advertisement

“Paradigma baru KADIN adalah suatu orientasi dan semangat baru, yaitu: KADIN Indonesia adalah Pembela Ekonomi Rakyat dan Pengawal Setia Kebangsaan Indonesia. Kredo tersebut sesungguhnya adalah ideologi KADIN Indonesia bersama seluruh jajarannya, sebagai organisasi yang lahir berlandaskan Undang-Undang Nomor I Tahun 1987 yang di dalam urat nadinya melekat Pasal 33 UUD 1945 (semangat ekonomi kerakyatan dan kebangsaan),” jelasnya.

“Konsep KADIN paradigma baru sebagai pembela ekonomi rakyat, harus benar-benar mampu diwujudkan dalam bentuk komitmen untuk membangun ekonomi kerakyatan, dengan terjun ke dalam sektor UMKM. Untuk mewujudkannya kita harus bersinergi dengan pemerintah dari pusat hingga daerah,” ungkapnya.

“KADIN kan bapaknya para pengusaha, dan kami, khususnya KADIN Sumatera Utara akan bersinergi dengan Pemerintahan, sehingga geliat ekonomi akan kembali bergairah, sebagaimana diamanatkan pada Musyawarah Provinsi KADIN Sumatera Utara 2018,” pungkas Mahalli.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*