Gubernur Bengkulu Luncurkan Lanjutan Pekerjaan Penataan Bangunan Kawasan Pantai Panjang TA 2020

(dok. KM)
(dok. KM)

BENGKULU (KM) – Optimalisasi  penataan bangunan di kawasan pesisir objek wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu, segmen 2 dilanjutkan. Hal ini merupakan upaya yang terus dilakukan untuk menjadikan objek wisata nyaman dan aman bagi wisatawan.

Sabtu 18/7, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah kembali meluncurkan Titik Nol Pekerjaan Penataan Bangunan Kawasan Pantai Panjang TA 2020 di kawasan Taman Pasir Putih. Pada tahap kedua ini, akan dibangun taman sepanjang 550 meter, dan akan memakan biaya Rp 9,8 miliar dari dana APBN.

Ketika ditemui KM, Gubernur Rohidin mengatakan bahwa ia berharap usai pembangunan nanti dilakukan penataan agar bangunan yang ada sesuai peruntukan sehingga tampak rapi dan bersih. “Begitupun masyarakat pedagang harus diedukasi agar menjaga fasilitas yang ada, serta menjaga kebersihan sehingga dapat meningkatkan minat wisatawan berkunjung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bengkulu, Daniel Kuddi Sangle menjelaskan bahwa pembangunan ini sebenarnya terbagi hingga 8 tahap, dan titik terakhir di depan hotel Raffles City dengan total anggaran Rp36 miliar.

Advertisement

“Pembangunan ini sebenarnya terbagi hingga 8 tahap, titik terakhir di depan hotel Raffles City, dengan total anggaran 36 miliar. Namun, tidak dapat diselesaikan tahun ini karena kendala covid-19. Oleh sebab itu, disepakati tahun 2020 dikerjakan,” jelas Daniel.

Sebagaimana diketahui, penataan kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu merupakan program pemerintah pusat yang digawangi Kementrian Pekerjaan Umum, Ditjen Cipta Karya sejak tahun 2018 lalu.

Penataan kawasan ini sebagai bentuk dukungan geliat pariwisata di Provinsi Bengkulu. Hingga tahun 2020, Kementrian PU sudah membangun fasilitas wisata seperti Taman Wisata Pantai Berkas dan Taman Wisata Pasir Putih Pantai Panjang Segmen 1.

Reporter: Th. Tajarman

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*