Penyaluran Tahap Kedua Bansos Covid-19 dari Pemkot Bogor “Mandek” Sejak Juni, Aktivis Tuding Pemkot Permainkan Harapan Masyarakat

Ilustrasi
Ilustrasi

BOGOR (KM) – Mandeknya penyaluran bantuan sosial (bansos) yang berasal dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) dinilai sebagai bukti bahwa bantuan tersebut hanya mempermainkan masyarakat Kota Bogor. Hal tersebut disampaikan oleh aktivis Iksan Awaludin.

“Bantuan bagi masyarakat Kota Bogor yang berasal dari APBD sebesar Rp500 ribu per bulan, ini seharusnya sudah masuk dalam bantuan yang ketiga kali atau bulan ketiga, nyatanya baru satu kali saja realisasi bantuan tersebut, pada bulan Mei 2020,” ungkap Iksan kepada awak media, Minggu 19/7.

Ia juga mengakui bahwa Pemkot Bogor baru menyalurkan bansos tahap kedua, namun hanya di beberapa kelurahan saja.

“Di bulan Juli ini memang sudah mulai mengalir realisasi bansos tersebut di beberapa kelurahan di Kota Bogor,” tambah Iksan.

Iksan menilai, bansos APBD yang merupakan uang yang memang berasal dari masyarakat seharusnya dengan cepat direalisasikan dan tidak “mandek” seperti ini.

“Ya masyarakat Kota Bogor itu menanti-nanti bansos tersebut, jangan hanya jadi mainan oleh pemerintah Kota (Pemkot) Bogor,” tegas Iksan.

Advertisement

Masih kata Iksan, masa pandemi covid-19 ini belum berakhir, tentunya masyarakat Kota Bogor khususnya masih berharap bantuan-bantuan untuk terus menjalani aktivitas dan kebutuhan sehari-harinya.

“Jadi Pemkot Bogor, jangan permainkan harapan masyarakat,” kata Iksan.

Lebih lanjut Ikhsan mengatakan, bahwa banyak bansos dari pemerintah yang kondisinya sangat carut marut. “Maka bansos APBD yang notabene dikendalikan langsung oleh Pemkot ikut carut marut, bahkan mandek, jadi masyarakat seperti dimainkan saja,” pungkas Iksan.

Sementara itu, menurut informasi yang diterima kupasmerdeka.com, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa bansos tahap kedua dari APBD Kota Bogor dikucurkan sebesar Rp8.509.000.000, bagi 17.018 penerima dengan masing-masing KK mendapatkan Rp500 ribu. Di tahap kedua ini akan ditambah lagi 5.982 keluarga penerima. Saat ini sedang dalam proses verifikasi agar tepat sasaran dan akan dibahas bersama DPRD untuk segera didistribusikan.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*