DPRD Kabupaten Bogor Akan Dalami Dugaan Korupsi di PDAM Tirta Kahuripan

PDAM Tirta Kahuripan, Kabupaten Bogor
PDAM Tirta Kahuripan, Kabupaten Bogor

BOGOR (KM) – Menyikapi adanya kajian dugaan korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan yang juga menyeret nama lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudi Susmanto angkat bicara.

“Sebagai fungsi legislatif, sudah menjadi tugas kami untuk mengontrol segala anggaran negara maupun daerah. Adanya informasi terkait dugaan penyimpangan anggaran di PDAM Tirta Kahuripan, segera akan kami pelajari,” ungkap Rudi saat dihubungi kupasmerdeka.com Sabtu 18/7.

“Ya minggu depan, saya minta beberapa dokumen dulu untuk saya pelajari. Karena di periode DPRD sekarang ini belum ada Penyertaan Modal Pemerintah (PMP). Saya pelajari dulu supaya dapat disampaikan secara gamblang,” tegas Rudi singkat.

Sementara menurut informasi yang didapat kupasmerdeka.com, beredar adanya beberapa tudingan indikasi korupsi di BUMD tersebut sehingga Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH), Irianto, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan untuk mengungkap kasus dugaan korupsi pada Penyeretaan Modal Pemerintah (PMP) ke PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor sebesar Rp150 miliar. Menurut Irianto, kasus yang dia kawal sejak tahun 2018 yang turut melibatkan para wakil rakyat di Badan Anggaran DPRD itu, tidak atau belum ada kepastian hukumnya. “SP3 gak ada, apalagi menetapkan tersangka. Ada apa ini?” kata Irianto dalam pers rilis.

Advertisement

Irianto mengatakan, kasus itu bermula dari adanya dugaan mark-up pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pelelangan melalui ULP internal PDAM itu, sebab pihak PDAM harus membayar kompensasi untuk pemulusan PMP itu ke sejumlah anggota DPRD sebesar 10 persen dari nilai PMP yang disepakati.

Irianto menyebut, dari Rp150 M itu diturunkan dalam dua termin, pertama sebesar 50 persennya atau Rp75 miliar di masa Direktur Utamanya Hadi Mulya. “Termin kedua, cair Rp. 75 miliar sisanya di masa Dirutnya Hasan Tahir,” kata Irianto menjelaskan.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*