Bantah Permainkan Harapan Masyarakat, Kadinsos Kota Bogor: “Pendataan Penerima Bansos itu Sulit”

Ilustrasi
Ilustrasi

BOGOR (KM) – Menyikapi tudingan yang muncul akibat keterlambatan penyaluran bantuan sosial (bansos) dari APBD Kota Bogor, yang oleh aktivis dikatakan “hanya mempermainkan harapan masyarakat”, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Bogor Anggraeny Iswara berdalih bahwa proses pendataan bukan hal yang sederhana di tengah wabah pandemi covid-19 saat ini.

“Proses pendataan bagi penerima bansos APBD ini bukan hal yang mudah. Saat ini semua warga mengklaim bahwa terdampak covid, sedangkan anggaran APBD itu terbatas,” ungkap Anggraeny kepada kupasmerdeka.com, Minggu 19/7 siang.

“Dana APBD itu aman tersimpan dalam Kas Daerah (Kasda),” tambah Anggraeny.

Kata Anggraeny, butuh waktu untuk pembersihan data, jadi Pemkot Bogor berusaha melakukan pendataan dengan baik, agar diperoleh data yang berkualitas, dengan harapan bantuan akan tepat sasaran.

“Ya sehingga butuh waktu untuk mendapatkan data bersih yang berkualitas,” pungkas Anggraeny.

Ditanya apakah ada perbedaan antara data penerima bansos APBD Kota Bogor tahap pertama dengan data tahap selanjutnya, sampai berita ini diturunkan Anggraeny belum memberikan jawaban.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.