Atasi Kendala Belajar Siswa, Rumah Suluk Nusantara Fasilitasi Tempat Belajar dan Internet Gratis

Suasana belajar bersama di Sanggar Suluk Nusantara, Depok 27/7/2020 (dok. KM)
Suasana belajar bersama di Sanggar Suluk Nusantara, Depok 27/7/2020 (dok. KM)

DEPOK (KM) – Rumah Suluk Nusantara menggelar kegiatan belajar online bersama untuk memfasilitasi siswa yang mengalami kesulitan dan kendala dalam pemenuhan kuota internet agar dapat mengikuti proses pembelajaran jarak jauh yang diterapkan oleh pemerintah di masa pandemi covid-19 ini.

“Rumah Suluk Nusantara” sendiri adalah sebuah wadah tempat berkumpulnya para pecinta seni dan budaya yang “ingin terus mengasah daya cipta, rasa, dan karsa untuk bertindak nyata dalam mensikapi keadaan dan kenyataan hidup yang dikemas dalam suatu pementasan seni budaya nusantara.”

Dimasa pandemi covid-19 ini, Suluk Nusantara turut memberikan inspirasi positif pada masyarakat dalam membangun kepedulian untuk terus berbagi, termasuk dalam hal mendukung proses belajar jarak jauh siswa dengan menyediakan fasilitas tempat dan internet gratis di Pendopo Suluk Nusantara, kediaman Bambang Wiwoho, Perumahan Depok Mulya I Blok K No.90, Beji, Depok.

Ketua PKK setempat, Isnauli, mengungkapkan bahwa kegiatan belajar bersama ini berawal ketika dirinya dihubungi oleh ibu Bambang Wiwoho yang ingin membantu anak-anak yang kesulitan kuota internet.

“Beliau ingin membantu anak-anak yang ada kesulitan kuota sehingga tidak ada kendala dalam belajar. Saya senang dan antusias sekali, setuju dan sangat membantu pada anak-anak dilingkungan. Dengan diberikan akses wifi, anak-anak tidak ada kesulitan dan kendala dalam kegiatan belajar mandiri,” terangnya kepada awak media, Senin 27/7.

“Setelah diberi akses wifi dan ada tempat belajarnya, maka kami menghubungi warga bagi putra dan putrinya yang sedang kesulitan akses internet bisa menggunakan fasilitas yang ada, yang diberikan oleh Ibu Bambang Wiwoho dan keluarga. Untuk belajarnya, setiap hari dimulai dari jam 7 pagi hingga 12 siang, awalnya hanya ada 12 orang,” lanjutnya.

Advertisement

“Mereka mengikuti pelajaran melalui WA, melihat Youtube, untuk pelajaran eksak, tentu mengalami kesulitan, perlu ada bimbingan langsung. Ini yang membatasi dan sebagian dari kendala mereka belajar secara baik, jadi harus mendapat pelajaran secara langsung, jadi ini harus dikerjakan supaya nilai pelajaran tidak menurun secara drastis,” jelasnya atas sisi lemah dalam pembelajaran jarak jauh tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada keluarga besar Suluk Nusantara atas bantuan yang “sangat terasa manfaatnya” tersebut.

“Ini patut diapresiasi dan harus diikuti oleh warga-warga yang mempunyai kemampuan lebih banyak untuk membantu warga lain yang kurang memadai fasilitas, agar semangat belajar anak-anak tidak pernah putus. Apapun masalah yang kita hadapi kita harus bersama-sama mengatasinya,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ibu Bambang menjelaskan alasan dirinya dan keluarga menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Saya hanya melihat dampak dari pandemik ini besar sekali ya dari semua lapisan. Saya melihat saat ini banyak anak-anak usia sekolah dan saat ini memang tidak bisa bertatap muka di kelas yang sebelum ada pandemik, sementara dengan pelajar berjarak jauh ini memakan biaya tidak sedikit,” ujarnya.

“Harapan saya bisa bergulir di tempat lain untuk menerapkan hal seperti ini. Makin banyak yang menyelenggarakan, makin banyak anak-anak yang semakin semangat dalam belajar. Sementara ini di lingkungan RT karena kami baru 3 hari ini,” tutupnya.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*