KKN-T Mahasiswa IPB di Desa Sukakerta Cilaku Tanamkan Minat Bertani Kepada Generasi Muda

CIANJUR (KM) – Minat generasi muda terhadap pertanian memang tampaknya sangat minim, terlihat dari mayoritas petani yang berusia lanjut. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti anggapan bahwa petani merupakan profesi yang kotor, ketinggalan zaman, dan tidak menjanjikan secara ekonomi.

Anggapan tersebut bahkan sudah tertanam di masyarakat desa, tidak terkecuali di Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Banyak anak petani yang merasa enggan untuk melanjutkan jejak orang tuanya dan lebih memilih untuk menjadi buruh pabrik dan profesi lainnya.

Oleh karena itu, mahasiswa kuliah kerja nyata tematik (KKN-T) IPB di Desa Sukakerta berusaha mengubah mindset tersebut dengan memperkenalkan pertanian hidroponik kepada siswa SMP di Desa Sukakerta.

“Sistem hidroponik mematahkan anggapan bahwa pertanian itu kotor dan ketinggalan zaman, ditambah lagi dengan pemasaran yang tepat, maka produk hasil hidroponik akan sangat menjanjikan secara ekonomi. Kami memilih siswa SMP untuk menjadi target karena sumberdayanya memadai dan kami anggap usia tersebut sangat tepat untuk diperkenalkan terhadap pertanian,” ungkap ketua kelompok KKNT Desa Sukakerta, Usman, kepada awak media, Rabu 29/7.

Advertisement

“Selain itu, siswa juga memiliki waktu lebih untuk mempelajari pertanian hidroponik, karena adanya pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat pandemi covid-19,” tambah Usman.

Usman menuturkan, kegiatan yang bertemakan “Optimalisasi Potensi Sumberdaya Lokal Berbasis Pertanian, Kesehatan dan Sentra Industri Rumahan dalam Menghadapi New Normal” itu dilaksanakan secara rutin.

“Ya kegiatan dilakukan secara rutin dengan perpaduan pemberian materi dan praktik secara langsung sehingga diharapkan siswa akan mendapatkan pengetahuan yang utuh,” tutur Usman.

Diharapkan, lanjut Usman, setelah kegiatan KKN ini selesai, peserta mampu membuat hidroponik di rumahnya masing-masing dan bisa berbagi pengetahuan kepada teman sebayanya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*