“3 Pilar” Flores Lepasliarkan 100 Ekor Burung Anis Kembang dengan Seremonial Adat

FLORES, NTT (KM) – Lebih dari seratus burung anis kembang (zoothera interpres) dilepasliarkan ke habitatnya di sekitar Danau Ranamese di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng, Flores, NTT pada Sabtu 4/7.

Pelepasliaran tersebut dilakukan bersama antara unsur pemerintah (BBKSDA NTT, Camat, Kepala Desa, Kapolsek Borong, Koramil Borong, Kepala Puskesmas Mano), unsur agama (Pastor Paroki Lerang), dan unsur masyarakat adat Tu’a Golo dan Tu’a Teno Gendang Lerang, yang tergabung dalam “tiga pilar”.

Burung-burung tersebut merupakan satwa liar yang diterima dari Balai Besar KSDA (BBKSDA) Jawa Timur pada 14 Juni 2020 yang lalu.

Pelepasliaran ini diiringi dengan doa dan pemberkatan bersama oleh semua unsur yang hadir, dipimpin oleh Pastor Paroki Lerang, Rm. Yohanes Samur. Doa dan pemberkatan yang diusung bertema “Dari Alam Kembali ke Alam”.

Kepala Balai Besar KSDA NTT, Timbul Batubara, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pengembalian satwa liar ini.

“Apresiasi kami sampaikan khususnya kepada Direktorat KKH, Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, BBKSDA NTT, BBKSDA JATIM, POLRI, Balai Gakum, WRU, Tim Dokter, serta unsur tiga pilar,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya berharap agar unsur tiga pilar yang telah eksis di TWA Ruteng untuk melakukan Lonto Leok (amanah leluhur) dan berkomitmen untuk melindungi burung anis kembang, baik yang baru dilepaskan maupun yang terdapat pada habitat alaminya agar tindakan-tindakan pelanggaran (TSL ilegal) tidak terjadi lagi.

“Kami telah menginstrusikan kepada seluruh jajaran BBKSDA NTT di pelabuhan laut maupun udara untuk memperketat pengawasan dan berkoordinasi kepada para pihak, antara lain; Balai Karantina se-NTT, Petugas Pelabuhan se-NTT, Angkasa Pura, POLRI dan TNI setempat,” ungkapnya.

Advertisement

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) melalui surat nomor S.362/KKH/AJ/KSA.2/6/2020 tanggal 30 Juni 2020 telah memberikan rekomendasi bahwa satwa liar burung anis kembang tersebut sudah dapat dilepasliarkan karena dinyatakan sehat dan sudah siap untuk berada di habitat alaminya di TWA Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Pelaksanaan pelepasliaran tersebut juga dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dalam rangka One Health dan animal welfare berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Kedatangan burung anis kembang (Zoothera interpres) di Ranamese Ruteng tempat habituasi burung tersebut juga disambut secara adat oleh para tetua adat setempat (Tu’a Golo dan Tu’a Teno Gendang Lerang).

Hal ini merupakan penerapan pengelolaan kawasan TWA Ruteng berbasis tiga pilar (Pemerintah, Agama dan Masyarakat Adat).

Seluruh kegiatan sejak diterimanya TSL burung anis kembang (Zoothera interpres) dari BBKSDA Jawa Timur sampai dengan pelepasliaran di wilayah kerja BBKSDA NTT dikawal oleh Tim UPS BBKSDA NTT dan Dokter Hewan, dan juga oleh UPT Veteriner Dinas Peternakan Prov NTT. Satwa burung anis kembang berada di kandang habituasi selama 2 hari untuk memastikan kelayakan kesehatan dan sifat liar ketika dilepasliarkan di wilayah hutan Ranamese.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*